Jakarta, NU Online
Banyak orang yang masih memiliki anggapan Safar sebagai bulan sial, di dalamnya termuat musibah dan keburukan. Keyakinan serupa juga merambah di kalangan masyarakat Indonesia.
“Keyakinan salah itu akhirnya mengakar dan menyebar ke mana-mana, bahkan tidak sedikit masyarakat Indonesia yang mengikutinya,” tulis Ustadz Sunnatullah sebagaimana dikutip dari tulisan di NU Online berjudul Bulan Safar: Latar Belakang Nama dan Mitos Kesialan di Dalamnya, pada Jumat (22/7/2026).
Anggapan demikian mendapat bantahan serius dari kalangan ulama, bahkan Rasulullah saw. Ia menegaskan hal tersebut dalam sebuah haditsnya yang diriwayatkan Imam Bukhari sebagaimana termaktub dalam kitab Umdatul Qari Syarh atas Sahih Bukhari.
لَا عَدْوَى وَلَا طِيَرَةَ وَلَا هَامَةَ وَلَا صَفَرَ، وَفِرَّ مِنَ الْمَجْذُومِ كَمَا تَفِرُّ مِنَ الْأَسَدِ
Artinya, “Tidak ada wabah (yang menyebar dengan sendirinya tanpa kehendak Allah), tidak pula tanda kesialan, tidak (pula) burung (tanda kesialan), dan juga tidak ada (kesialan) pada bulan Safar. Menghindarlah dari penyakit judzam sebagaimana engkau menghindar dari singa.”
Syekh Abu Bakar Syata ad-Dimyathi dalam kitabnya yang berjudul Hâsiyyah I’ânatuth Thâlibîn juz 3, sebagaimana dikutip Ustadz Sunnatullah, mengungkapkan bahwa hadits di atas ditujukan untuk menolak keyakinan dan anggapan orang-orang jahiliah yang mempercayai setiap sesuatu dapat memberikan pengaruh dengan sendirinya; baik keburukan maupun kebaikan.
Selain itu, masih menurut Syekh Abu Bakar Syatha ad-Dimyathi, hadits di atas juga menegaskan penolakan Rasulullah saw terhadap setiap penisbatan suatu kejadian kepada selain Allah.
“Artinya, semua kejadian yang terjadi murni karena kehendak Allah yang sudah tercatat sejak zaman azali, bukan disebabkan waktu, zaman, dan anggapan salah lainnya,” tulis Ustadz Sunnatullah mengutip Syekh Abu Bakar Syata ad-Dimyathi.
Sebagai bukti Safar bukan bulan sial, Habib Abu Bakar Al-Adni dalam kitabnya yang berjudul Mandzûmatu Syarhil Atsar fî Mâ warada ‘an Syahri Shafar, menyebut sejumlah bukti peristiwa penting yang terjadi di masa Rasulullah saw.
- Rasulullah saw melangsungkan pernikahan dengan Sayyidah Khadijah pada bulan Safar;
- Pernikahan antara Sayyidina Ali dan Sayyidah Fatimah az-Zahra juga di bulan Safar;
- Hijrah Rasulullah saw dari Makkah ke Madinah bertepatan dengan bulan Safar;
- perang pertama, yaitu perang Abwa terjadi pada bulan Safar, di mana umat Islam jusrtu mendapatkan kemenangan telak atas kaum kafir; dan
- pada bulan Safar juga terjadi peperangan hebat yaitu perang Khaibar, dan kemenangan diraih oleh umat Islam.
Sebagaimana diketahui, umat Islam saat ini telah memasuki bulan Safar 1448 H mulai Kamis (16/7/2026) lalu.




Comments are closed.