Wed,15 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. RS PKU Muhammadiyah: Rumah Sakit Pribumi Pertama di Indonesia

RS PKU Muhammadiyah: Rumah Sakit Pribumi Pertama di Indonesia

rs-pku-muhammadiyah:-rumah-sakit-pribumi-pertama-di-indonesia
RS PKU Muhammadiyah: Rumah Sakit Pribumi Pertama di Indonesia
service

RS PKU Muhammadiyah di awal pendiriaannya | rspkujogja.com


RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta adalah sebuah rumah sakit swasta di Yogyakarta. Rumah sakit milik Muhammadiyah ini dikatakan sebagai rumah sakit pribumi pertama yang didirikan oleh umat Muslim di Indonesia.

Terletak di Jl. KH Ahmad Dahlan No. 20, Kota Yogyakarta, Rumah Sakit Pembina Kesejahteraan Umat (RS PKU) Muhammadiyah juga menjadi rumah sakit pertama yang didirikan organisasi tersebut. RS PKU Muhammadiyah sudah berdiri sejak tahun 1923, jauh sebelum Indonesia merdeka.

Sejarah Berdirinya RS PKU Muhammadiyah

Merangkum dari situs resmi RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, RS ini merupakan amal usaha kesehatan milik Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang tumbuh dari semangat dakwah sosial dan kepedulian kemanusiaan.

Rumah sakit ini merupakan bentuk manifestasi pendiri Muhammadiyah, K.H. Ahmad Dahlan, bersama dengan muridnya, K.H. Sudjak. Mereka ingin menghadirkan layanan kesehatan yang berkeadilan bagi masyarakat.

Pada tanggal 15 Februari 1923, sebuah klinik sederhana resmi didirikan di Jagang Notoprajan Nomor 72, Yogyakarta. Kala itu, namanya adalah Penolong Kesengsaraan Oemoem atau PKO.

Nama itu mencerminkan misi utamanya sebagai gerakan kemanusiaan yang secara khusus ditujukan untuk membantu kaum dhuafa serta masyarakat yang kesulitan mendapatkan akses medis di bawah tekanan penjajah.

Awalnya, ide untuk membangun rumah sakit yang menyaingi fasilitas kolonial sempat diabaikan, bahkan ditertawakan oleh banyak orang. Akan tetapi, tekad yang bersumber dari ajaran agama terus mendorong para pengurus Muhammadiyah untuk menghadirkan layanan kesehatan bagi rakyat.

Saat PKO berdiri, klinik itu dipimpin oleh seorang dokter pribumi bernama Soemowidagdo. dr. Soemowidadgo merupakan seorang dokter pemerintah (gouverments-indisch arts) yang ikut terjun dan berkontribusi langsung dalam perkembangan klinik tersebut.

Di awal operasinya, tak banyak masyarakat pribumi yang mengenal rumah sakit ini. Namun, dr. Soemowidagdo berusaha untuk mengenalkan fungsi rumah sakit kepada masyarakat hingga akhirnya masyarakat mulai melek akan pentingnya fasilitas kesehatan tersebut.

Seiring berjalannya waktu, layanan kesehatan ini mengalami perkembangan pesat. Klinik juga sempat beberapa kali berpindah lokasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat.

Pada tahun 1928, klinik PKO berpindah ke Jalan Ngabean Nomor 12B. Kemudian, pada tahun 1936 menetap secara permanen di lokasi yang sekarang dikenal sebagai Jalan K.H. Ahmad Dahlan Nomor 20, Yogyakarta.

Nama PKO kemudian diubah menjadi PKU (Pembina Kesejahteraan Umat) yang sekaligus menandai perluasan visi organisasi dari sekadar menolong kesengsaraan menjadi pembina kesejahteraan masyarakat secara luas.

Klinik ini resmi menyandang status sebagai rumah sakit di tahun 1970-an. Status ini juga menandai babak baru layanan klinik yang awalnya “hanya” terbatas di layanan sosial dasar menjadi institusi kesehatan yang lebih besar dan profesional.

Berkat ini, RS PKU Yogyakarta disebut sebagai pelopor rumah sakit Islam modern pertama di Indonesia.

Implementasi Teologi Al-Ma’un dalam Layanan Kesehatan

Eksistensi RS PKU Muhammadiyah berakar kuat pada nilai-nilai keislaman yang progresif, khususnya Teologi Al-Ma’un. Disadur dari sebuah video di YouTube resmi Muhammadiya, ajaran ini sejak awal diarahkan untuk membela dan melayani kelompok masyarakat yang lemah.

Al-Ma’un (dirumuskan menjadi ALMAUN), merupakan akronim dari amanah, lengkap, mutu, antusias, universal, dan nyaman. Enam prinsip ini yang dijunjung tinggi oleh RS PKU Muhammadiyah.

Kehadiran PKU di era penjajahan dulu menjadi “penolong” kondisi bangsa yang saat itu masih diliputi kemiskinan, dan keterbelakangan pendidikan. Tak hanya itu, tingkat kesehatan masyarakat juga masih sangat memprihatinkan.

Saat ini, jaringan rumah sakit Muhammadiyah sudah mencapai 150 unit dan tersebar di seluruh Indonesia. RS ini mengusung prinsip pelayanan inklusif yang terbuka untuk semua kalangan tanpa diskriminasi.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.