Sat,18 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Ruang Digital Kini Jadi Medan Baru bagi Tumbuhnya Demokrasi di Indonesia

Ruang Digital Kini Jadi Medan Baru bagi Tumbuhnya Demokrasi di Indonesia

ruang-digital-kini-jadi-medan-baru-bagi-tumbuhnya-demokrasi-di-indonesia
Ruang Digital Kini Jadi Medan Baru bagi Tumbuhnya Demokrasi di Indonesia
service

Jakarta, NU Online

Ruang digital kini menjadi medan baru bagi tumbuhnya demokrasi di Indonesia. Melalui platform daring, warga dapat mengekspresikan pandangan politik, memperdebatkan gagasan, serta membangun bentuk partisipasi publik yang lebih terbuka dan spontan.

Dosen Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Augustinus Setyo Wibowo menilai munculnya fenomena politik digital merupakan bentuk baru ruang produktif demokrasi yang ditandai oleh perbedaan, ketegangan, dan pertarungan ide yang sehat.

Hal itu disampaikan Setyo dalam Kuliah Terbuka bertema Demokrasi, Agonisme, dan Oposisi Permanen di Perpustakaan Nasional, Gambir, Jakarta, Senin (6/10/2025).

Menurut Setyo, demokrasi yang berkembang di ruang digital kini menjadi tempat munculnya agonisme, sebagaimana diperkenalkan oleh Chantal Mouffe.

Konsep tersebut berangkat dari kritik terhadap model demokrasi liberal yang berupaya menghapus konflik demi mencapai konsensus, padahal masyarakat selalu terdiri dari kelompok dengan kepentingan yang berbeda-beda.

“Tugas demokrasi bukan meniadakan konflik, melainkan mengelolanya agar tetap produktif dan konflik di dunia maya adalah tanda vitalitas demokrasi, sejauh tidak berubah menjadi kebencian,” paparnya.

“Demokrasi bukan ruang steril tanpa pertentangan, melainkan wadah di mana lawan diakui keberadaannya sebagai adversary, bukan enemy,” tambahnya.

Dalam pandangannya, perkembangan ruang digital di Indonesia telah memperlihatkan bentuk baru dari dinamika agonisme tersebut. Fenomena seperti gelombang tagar politik, gerakan daring lintas komunitas, hingga kritik spontan terhadap kebijakan publik menunjukkan bagaimana warga memanfaatkan teknologi sebagai medium perlawanan simbolik terhadap kekuasaan.

“Demokrasi yang dewasa bukan yang meniadakan konflik, tetapi yang mengubah permusuhan menjadi perdebatan dan perbedaan pendapat adalah denyut kehidupan politik,” ujarnya.

Selain membuka ruang partisipasi publik dan memperluas akses terhadap wacana politik, dunia digital juga menyimpan sisi gelapnya. Di satu sisi, ia memperkuat partisipasi warga, tetapi di sisi lain juga menjadi wadah bagi ujaran kebencian, hoaks, dan polarisasi ekstrem.

“Ketika konflik tidak dikelola dengan etis, ruang digital bisa berubah dari arena agonisme menjadi arena anarki,” katanya.

“Di sinilah pentingnya pendidikan politik agar masyarakat mampu menyalurkan perbedaan secara deliberatif, bukan destruktif,” tambahnya.

Lebih lanjut, Setyo menyoroti kecenderungan politik nasional yang kerap meniadakan oposisi atas nama stabilitas dan harmoni. Ia menilai, kecenderungan tersebut justru membuat demokrasi kehilangan vitalitasnya.

“Oposisi kini tidak selalu hadir di parlemen. Ia hidup di ruang digital, di mana warga mengorganisir tanpa struktur hierarkis,” tegasnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.