Sun,26 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Top News
  3. Sejumlah kondisi yang perlu tindakan bantuan hidup dasar

Sejumlah kondisi yang perlu tindakan bantuan hidup dasar

sejumlah-kondisi-yang-perlu-tindakan-bantuan-hidup-dasar
Sejumlah kondisi yang perlu tindakan bantuan hidup dasar
service

Jakarta (ANTARA) – Wakil Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) dr. Muhadi, Sp.PD, K-Kv, FINASIM, M.Epid menyampaikan sejumlah kondisi yang memerlukan tindakan Bantuan Hidup Dasar (BHD).

Bantuan Hidup Dasar (BHD) merupakan upaya pertolongan pertama yang dilakukan pada korban henti jantung atau henti napas untuk mempertahankan kehidupannya.

“Mereka yang membutuhkan bantuan hidup dasar umumnya adalah mereka yang kemudian didapatkan kondisi-kondisi tertentu,” kata Muhadi, ketika ditemui ANTARA usai acara EIMED untuk komunitas di Jakarta, pada Sabtu.

Muhadi mengatakan kondisi yang dapat diberikan tindakan Bantuan Hidup Dasar (BHD) seperti seseorang tiba-tiba ditemukan tidak sadar atau yang sebelumnya sadar kemudian kehilangan kesadaran.

Baca juga: Kuasai bantuan hidup dasar demi siap diri saat keadaan darurat

Selain itu, BHD juga dilakukan apabila korban tidak bernapas, yang dapat dikenali dari tidak adanya gerakan dada.

“Kita secara mudah melihat orang bernapas itu kan dengan melihat gerakan dada. Ketika melihat seseorang tidak sadar, gerakan dadanya tidak ada, oh ini berarti tidak ada napas, berhenti napasnya,” tutur Muhadi.

Muhadi mengatakan Bantuan Hidup Dasar (BHD) berbeda dengan pertolongan pertama pada kecelakaan. Menurutnya, korban kecelakaan belum tentu mengalami penurunan kesadaran karena bisa saja hanya mengalami luka.

“Karena orang kecelakaan belum tentu enggak sadar gitu, dia bisa saja ada luka dan segala macam. Nah itu ada topik yang berbeda, kira-kira begitu,” ujar dia.

Baca juga: Urgensi pelatihan BHD untuk pertolongan pertama pada serangan jantung

Dalam pemaparan pelatihan BHD EIMED PAPDI bersama anggota komunitas SEHATARA (komunitas teman Tuli) di Jakarta, pada Sabtu, Dokter spesialis penyakit dalam dr. Anastasia Asylia Dinakrisma, Sp.PD, K-Ger, FINASIM mengatakan bahwa jantung berhenti karena segala macam seperti serangan jantung, penyakit tertentu hingga gangguan pernapasan.

Kondisi tersebut, lanjut Anastasia, membuat orang yang mengalaminya tidak sadarkan diri. Selama jantung berhenti, maka tidak akan ada darah yang dipompa ke otak.

Oleh karena itu, ketika melihat seseorang henti jantung membutuhkan dilakukan pompa jantungnya untuk mengalirkan darah ke otak. Dalam hal ini, tindakan bantuan hidup dasar hingga tenaga medis datang dan memberikan penanganan lanjutan.

“Karena cuma ini, empat menit sudah mulai rusak, jadi sudah mulai dia tidak ada aliran darah sama sekali. Jadi penting sekali kita melakukan bantuan hidup dasar. Kita harus tolong orang, supaya otaknya tidak mati,” kata Anastasia, dokter lulusan Universitas Indonesia.

Baca juga: Pelatihan bantuan dasar hidup perlu bagi pemandu gunung

Adapun langkah-langkah tindakan BHD, kata Anastasia, seperti ketika pertama kali melihat korban tidak sadarkan diri diamankan dulu lingkungannya.

Ia mencontohkan jika korban berada di lokasi kebakaran, pastikan korban sudah dijauhkan dari api terlebih dahulu. Penolong tidak boleh memberikan bantuan di tempat yang masih berisiko karena dapat menyebabkan kecelakaan.

“Kemudian kita cek respons, bisa ditepuk-tepuk (bahu), atau ini jari tekan atau tulang dada ini untuk mengecek responsnya, sebentar saja. Kalau dia tidak respons berarti betul tidak sadar. Tapi kalau kita tekan-tekan berarti dia masih sadar, panggil saja bantuan. Jadi kita tidak perlu BHD kalau masih ada respons mengerang atau gerak,” ujar dia.

Baca juga: Bantuan dasar hidup bisa diberikan pada pasien tekanan darah tinggi

Langkah selanjutnya meminta bantuan pertolongan orang lain untuk menghubungi nomor darurat 119 untuk sampaikan informasi secara jelas.

Kemudian, tindakan BHD bisa dilanjutkan dengan mengecek napas korban. Caranya dengan menempelkan telinga ke mulut korban, lihat mata ke dadanya kalau naik turun berarti masih bernapas dan dilihatnya hanya 10 detik.

“Kalau 10 detik tidak ada gerakan dada. Tidak ada, dirasakan kayak udara di pipi ketika menempelkannya pada korban. Berarti betul-betul kemungkinan dia (korban) berhenti jantungnya. Langsung kita melakukan langkah berikutnya, ini resusitasi jantung,” tutur Anastasia.

Dalam hal ini, Badan Khusus Emergency in Internal Medicine (EIMED) Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) turut menyelenggarakan pelatihan Bantuan Hidup Dasar bagi masyarakat termasuk tuna rungu.

Pelatihan ini menjadi bagian dari rangkaian program EIMED untuk komunitas yang bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat awam dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan, khususnya henti jantung mendadak (sudden cardiac arrest).

Baca juga: Praktisi ajak masyarakat pahami kecakapan bantuan hidup saat bencana

Pewarta: Sri Dewi Larasati
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.