Mon,4 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Selamat Jalan Birute Galdikas, Ibu Orangutan Kalimantan [1]

Selamat Jalan Birute Galdikas, Ibu Orangutan Kalimantan [1]

selamat-jalan-birute-galdikas,-ibu-orangutan-kalimantan-[1]
Selamat Jalan Birute Galdikas, Ibu Orangutan Kalimantan [1]
service

Usianya akan genap 80 tahun pada 10 Mei mendatang. Tapi, takdir menutup perjalanan hidupnya yang panjang bersama orangutan pada Selasa, 24 Maret 2026. Birutė Marija Filomena Galdikas, dikenal Birute Galdikas, pakar dan aktivis konservasi orangutan, mengembuskan napas terakhir di Los Angeles (LA), Amerika Serikat, pada pukul 04.30 waktu setempat. Orang-orang terdekat Birute berada di sisinya, termasuk Frederick Bohap Galdikas yang mengonfirmasi meningggalnya Sang Ibu via WhatsApp. Di sana juga ada Ruth Linsky, orang dekat dan mahasiswa doktoral bimbingan Birute. “Saya bersama Ibu Prof dan keluarga di sini, di LA. Kita semua sedih sekali kehilangan Ibu Prof,” kata peneliti orangutan di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah ini. Robert Ferdinand Yappi, koordinator lapangan Orangutan Foundation International (OFI) di Pangkalan Bun menjelaskan, kondisi kesehatan Birute memang bermasalah. Birute terakhir kali berada di Pangkalan Bun pada November 2024. Dia bilang, sebelum pergi ke Amerika, Birute masih mengikuti kegiatan lapangan, mengunjungi masyarakat dan hutan yang dikelola OFI di Kabupaten Lamandau dan Kotawaringin Barat bagian hulu. Karena kondisi kesehatan yang memburuk, belum bisa kembali ke Indonesia sejak setahun terakhir. Apa sakit yang diidapnya? “Pneumonia,” ujar Robert. Birute Galdikas saat melakukan riset orangutan di Camp Leakey tahun 1974. Foto: Dok. OFI Kiprah panjang meneliti orangutan Birute dikenal luas sebagai ahli primata dan konservasionis. Perempuan keturunan Lituania, kelahiran Jerman, dan tumbuh besar di Kanada ini, meraih sarjana dalam bidang zoologi dan psikologi dari University of California at Los Angeles (UCLA). Dia kemudian meraih master hingga doktor di bidang antropologi dari kampus yang sama. Dalam proses doktoral itulah,…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.