Arina.id – Sholat Dhuha merupakan salah satu amalan sunah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah. Waktu pelaksanaannya dimulai sejak matahari naik setinggi tombak (sekitar pukul 07.00 pagi) hingga tergelincirnya matahari menjelang waktu Zuhur (sekitar 11.30 pagi).
Sholat Dhuha ini memiliki banyak keutamaan, di antaranya sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat Allah dan sebagai sebab dilapangkannya rezeki. Dalam salah satu hadits riwayat Abu Hurairah menyebutkan:
أَوْصَانِي خَلِيلِي صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ بثَلَاثٍ: صِيَامِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِن كُلِّ شَهْرٍ، وَرَكْعَتَيِ الضُّحَى، وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَ نامَ
Artinya: “Kekasihku Nabi Muhammad mewasiatkan kepadaku tiga hal, yaitu puasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat sholat Dhuha, dan sholat Witir sebelum tidur.” (HR Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menjadi dalil jumlah rakaat sholat Dhuha minimal dilaksanakan dua rakaat dan bisa lebih, sesuai kemampuan masing-masing. Sayyidah Aisyah meriwayatkan:
عن عائشة ، قالت : كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يصلي صلاة الضحى أربع ركعات ويزيد ما شاء الله
Artinya: “Rasulullah sholat Dhuha empat rakaat dan lebih dari itu, sesuai yang dikehendaki Allah.” (Sunan Saghir Baihaqi, 300)
Lantas surat pendek apa yang disunahkan untuk dibaca? Masih menurut kitab Sunan Saghir Baihaqi dalam bab Sholat Dhuha:
وفي حديث ابن لهيعة بإسناده عن عقبة بن عامر ، قال : أمرنا رسول الله صلى الله عليه وسلم: أن نصلي ركعتي الضحى بسورتيهما ب الشمس وضحاها ، و والضحى
Artinya: “Dalam hadits riwayat Ibn Luhai’ah dengan sanad yang bersumber dari Uqbah bin Amir, ia berkata: Rasulullah menganjurkan kami sholat Dhuha dua rakaat dengan membaca dua surat; wassyamsi wa duhaha dan wad duha.”
Dua surat ini sangat populer dibaca oleh umat Islam saat sholat dhuha. Alasannya pertama, Surah Asy-Syams mengandung pesan tentang pentingnya mensucikan jiwa. Rasulullah pernah menasihatkan untuk membaca surah ini dalam sholat Dhuha karena kandungannya yang mendorong penyucian hati dan amal saleh.
Kedua, Surah Adh-Dhuha memiliki makna yang sangat dalam untuk mengingatkan umat Islam bahwa Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya. Dan ini sangat tepat jika dibaca di waktu Dhuha, waktu penuh cahaya dan harapan.
Merutinkan sholat duha sangat dianjurkan, bahkan dalam salah satu riwayat dari Abu Darda, ia berkata bahwa Rasulullah menjelaskan hadits Qudsi, Allah SWT berfirman:
يا ابنَ آدمَ اركعْ لي من أولِ النهارِ أربعَ ركَعاتٍ أكْفِكَ آخِرَه
Artinya: “Wahai anak Adam, rukuklah (sholatlah) karena untukKu, pada waktu awal siang (sholat Dhuha) empat rakaat (dua rakaat-dua rakaat), maka Aku akan mencukupi (kebutuhan)mu sampai sore hari.” (HR Tirmidzi)
Meski demikian, harus diingat bahwa sholat Dhuha bukan hanya sarana untuk memohon rezeki, tetapi juga bentuk penghambaan dan rasa syukur kepada Allah. Dengan membaca surat-surat pendek yang penuh makna, sholat Dhuha menjadi lebih hidup dan menenteramkan hati.
Doa setelah Sholat Duha
Sebenarnya tidak ada doa khusus setelah sholat Dhuha. Hanya saja dalam riwayat Annasai dan kitab Adabul Mufrad Imam Bukhari disebutkan:
مما يقال بعد صلاة الضحى (اللهم اغفر لي وتب علي إنك أنت التواب الغفور) مائة مرة ، ثبت ذلك عند النسائي بإسناد صحيح
Artinya: “Doa yang dibaca setelah sholat Dhuha adalah: Allahumma ighfirli wa tub alayya innaka antattawwabul ghafur, seratus kali.”
Sedangkan doa setelah sholat Dhuha yang mashur dibaca kebanyakan umat Islam di Nusantara bersumber dari I’anah Thalibin (juz 1/295):
اللَّهُمَّ إِنَّ الضُّحَى ضُحَاؤُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاؤُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ، وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ، وَإِنْ كَانَ مُعَسِّرًا فَيَسِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ بَعِيدًا فَقَرِّبْهُ، بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ، آتِنِي مَا آتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha itu adalah dhuha-Mu, keagungan itu adalah keagungan-Mu, keindahan itu adalah keindahan-Mu, kekuatan itu adalah kekuatan-Mu, kekuasaan itu adalah kekuasaan-Mu, dan penjagaan itu adalah penjagaan-Mu. Ya Allah, jika rezekiku berada di langit, maka turunkanlah; jika berada di bumi, maka keluarkanlah; jika sulit, maka mudahkanlah; jika haram, maka sucikanlah; dan jika jauh, maka dekatkanlah. Dengan hak waktu dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu, kekuatan-Mu, dan kekuasaan-Mu, anugerahkanlah kepadaku sebagaimana Engkau telah menganugerahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.”




Comments are closed.