Thu,30 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Suhu Politik

Suhu Politik

suhu-politik
Suhu Politik
service
Dahlan Iskan
Dahlan Iskan

Oleh: Dahlan Iskan

Kalau saja saya punya termometer, suhu politik Indonesia sekarang ini rasanya di sekitar 38 derajat. Suhu Politik Termometer Anda mungkin menunjukkan angka 39 derajat. Para pengusaha sebaiknya tidak usah sering-sering buka medsos. Itu akan membuat suhu badan Anda naik jadi 40.

Kalau pun terpaksa melihat medsos jangan sampai melotot. Cukup lirik-lirik saja sedikit. Setelah tahu sekadarnya segeralah putuskan: tidak memercayainya. Sekarang ini sudah sulit membedakan mana aspirasi murni mana aspirasi ”wani piro” –mau bayar berapa. Saya sendiri lebih ikuti medsos kalau bentuknya meme. Lucu-lucu. Sedikit terhibur.

Cara melihat medsos tanpa ikut emosi sangatlah mudah: jangan punya sikap memihak. Ini bukan sepak bola. Kalau menonton sepak bola memang harus memihak; tidak memihak tidak asyik.

Misalnya ada medsos mengatakan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin segera diperiksa. Terkait dengan penetapan Febrie Adriansyah sebagai tersangka pencucian uang. Di rumah (waktu itu) Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Korupsi Febrie Adriansyah ditemukan emas 74 kg dan berbagai uang asing bernilai Rp 476 miliar. Yang menemukan adalah polisi dari Satuan Pemberantasan Korupsi Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia. Mereka sengaja melakukan penggeledahan di rumah Febrie yang di Sentul dekat Bogor.

Sejak Febrie menyatakan “itu bukan uang saya” dan ”uang itu ada yang punya” spekulasi memang bermunculan. Salah satunya: uang itu milik Menhan Sjafrie Sjamsoeddin. Tidak adanya bantahan dari menhan membuat spekulasi itu tidak berhenti.

Maka sebaiknya jangan percaya dulu. Anggap saja itu hiburan. Kalau pun benar, apa untungnya bagi Anda. Tidak ada. Kalau salah tiwas terpanjur percaya.

Saya lihat banyak orang percaya begitu saja pada medsos. Apalagi kalau sudah ada videonya. Padahal di zaman AI ini apalah yang tidak bisa dibuat.

Yang juga penting bagi Anda: jangan menambah panas suhu Istana Merdeka Jakarta. Misalnya dengan cara ikut menjadi kompor: menyebarkan isu adanya dua kubu di Istana yang sudah ”pecah”. Dua-duanya sama-sama tangan kanan Presiden Prabowo: Prof Dr Sufmi Dasco Ahmad dan Sjafrie Sjamsoeddin. Wakil Ketua DPR Dasco tangan kanan bidang politik. Menhan Sjafrie tangan kanan bidang keamanan nasional.

Isu seperti itu tidak baru. Juga bukan baru terjadi di zaman Presiden Prabowo. Di semua zaman ada isu seperti itu. Sejak zaman kerajaan Tiongkok kuno. Selalu saja orang di sekitar pusat kekuasaan ingin terlihat ‘yang paling dekat’ dengan Presiden. Atau ‘yang paling dipercaya’ Presiden.

Suhu Politik

Padahal Presiden sendiri bisa jadi tidak percaya siapa pun. Seperti di zaman Pak Harto dulu. Sebagian orang percaya Ali Murtopolah orang kepercayaan presiden di bidang politik. Lalu Sudjono Humardani-lah orang yang paling dipercaya dalam hal spiritual. Seolah Sudjono itu guru kebatinannya Pak Harto.

Ternyata Pak Harto sendiri mendengar isu seperti itu. Ketika belakangan Pak Harto menerbitkan buku, jelaslah semuanya. Menurut Pak Harto justru Sudjono yang berguru soal kebatinan ke Pak Harto. Dan Ali Murtopo dengan gampang “dibuang” begitu saja.

Memang isu di luaran biasanya lebih gawat dari kenyataan sebenarnya. Orang Madura punya istilah yang amat pas untuk menggambarkan itu: wat menggawat. Digawat-gawatkan.

Bagaimana cara melupakan dengan cepat isu-isu di medsos? Mudah. Tetaplah selalu sibuk. Anda yang sedang menekuni dunia usaha konsentrasilah di usaha Anda. Bikinlah target capaian sedikit lebih tinggi dari kemampuan Anda. Politik tidak akan bisa menyelamatkan Anda. Hanya Anda sendiri yang bisa mengatasi kesulitan Anda. Politik tidak akan membantu Anda.

Suhu politik memang sedang tinggi. Ada mal yang sudah mulai bikin pagar baru yang lebih tinggi. Rasanya itu agak berlebihan –mungkin karena terlalu banyak mengikuti masalah-masalah yang wat menggawat di medsos.

Padahal Anda tidak boleh lupa: medsos juga bisa dipakai untuk operasi intelijen. Pihak lawan juga menggunakannya untuk operasi kontra-intelijen. Anda bukan bagian dari keduanya kan? Tidak usahkan memihak. Untuk apa memihak-mihak –yang itu berarti Anda termakan operasi intelijen atau kontra intelijen? (Dahlan Iskan)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.