Tue,5 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Tadarus Falakiyah, LF PWNU Jateng Bahas Dinamika Penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah

Tadarus Falakiyah, LF PWNU Jateng Bahas Dinamika Penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah

tadarus-falakiyah,-lf-pwnu-jateng-bahas-dinamika-penentuan-1-syawal-1447-hijriah
Tadarus Falakiyah, LF PWNU Jateng Bahas Dinamika Penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah
service

Semarang, NU Online

Lembaga Falakiyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah membahas dinamika penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah melalui diskusi bertajuk Tadarus Falakiyah di Gedung PCNU Kota Semarang, Kamis (12/3/2026).

Kegiatan ini mengangkat tema Dinamika Penentuan 1 Syawal 1447 H di Indonesia: Antara Kepastian Astronomi, Ketentuan Syar’i, dan Realitas Kebijakan.

Diskusi ini digelar sebagai respons atas tingginya perhatian masyarakat terhadap penetapan Hari Raya Idul Fitri yang kerap menjadi perbincangan di Indonesia.

Kegiatan ini menghadirkan Guru Besar Ilmu Falak UIN Walisongo Semarang Prof KH Ahmad Izzuddin yang mengulas realitas kebijakan pemerintah melalui Kementerian Agama dalam menetapkan awal bulan hijriah.

Prof Izzuddin menjelaskan, penerapan kriteria terbaru MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) mengenai imkanurrukyat bertujuan menjembatani berbagai perbedaan metode agar tercipta harmoni dalam pelaksanaan ibadah di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.

Sementara itu, pengurus Lembaga Falakiyah PBNU KH Slamet Hambali memaparkan posisi hilal pada akhir Ramadhan 1447 H dari perspektif kepastian astronomi.

Ia menekankan pentingnya akurasi data astronomi sebagai dasar dalam proses penentuan awal bulan.

Ketua Lembaga Falakiyah PWNU Jawa Tengah KH M Basthoni menegaskan pentingnya aspek ketentuan syar’i dalam penentuan awal bulan.

“Meskipun ilmu astronomi berkembang pesat, landasan fiqih tetap menjadi pedoman utama bagi umat Islam, khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama,” katanya.

Baca selengkapnya di sini

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.