Wed,29 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Terbukti pada 9.400 Anak, Kepribadian Orang Tua Pengaruhi Prestasi dan Kesehatan Si Kecil

Terbukti pada 9.400 Anak, Kepribadian Orang Tua Pengaruhi Prestasi dan Kesehatan Si Kecil

terbukti-pada-9.400-anak,-kepribadian-orang-tua-pengaruhi-prestasi-dan-kesehatan-si-kecil
Terbukti pada 9.400 Anak, Kepribadian Orang Tua Pengaruhi Prestasi dan Kesehatan Si Kecil
service

Jakarta

Tahukah Bunda, bahwa cara orang tua bersikap ternyata berdampak besar pada kehidupan anak, lho. Anak-anak bisa merasakan efeknya dalam keseharian mereka, baik dalam belajar maupun kesehatannya.

Studi terbaru di Universitas Washington di St. Louis meneliti hampir 9.400 anak dan orang tua. Para peneliti kemudian melihat bagaimana sifat orang tua, misalnya ramah, pendiam, atau periang, bisa membentuk kehidupan anak.

Selain itu, penelitian ini menggunakan lima kategori kepribadian utama, yaitu ekstroversi, keramahan, keterbukaan, ketelitian, dan neurotisme. Semua ini diamati untuk melihat pengaruhnya pada anak dari sisi kesehatan dan kegiatan mereka dalam keseharian.

Anak-anak yang mengikuti survei ini juga dicatat nilainya di sekolah, waktu mereka bermain di luar layar, dan seberapa sering terjadi ‘cekcok’ dalam keluarga. Hasilnya pun memberikan gambaran bagaimana kepribadian orang tua ikut membentuk keseharian Si Kecil.

Penelitian ungkap kepribadian orang tua memiliki dampak pada kehidupan anak

Menilik dari laman Washington University, penelitian yang dipimpin oleh Amanda Wright menunjukkan bahwa kepribadian orang tua benar-benar dapat memengaruhi kehidupan anak. Hasil studi menunjukkan bahwa pengaruh orang tua tetap terasa, meski anak memiliki karakternya sendiri, Bunda.

Misalnya, anak-anak yang orang tuanya terlalu ekstrovert cenderung mendapatkan nilai sekolah yang sedikit lebih rendah. Anak-anak dengan orang tua neurotik juga terlihat lebih rendah pada beberapa aspek, seperti kesehatan dan Indeks Massa Tubuh (IMT).

Di sisi lain, anak-anak cenderung lebih sehat kalau orang tua mereka lebih ramah dan teliti. Kalau orang tua terbuka, anak pun juga akan lebih aktif dan senang mencoba berbagai hobi baru.

Bicara soal ini, ada beberapa alasan mengapa hal tersebut bisa terjadi, Bunda. Orang tua yang ekstrovert biasanya mendorong anak lebih banyak bersosialisasi daripada fokus belajar, atau mungkin terlalu sibuk sehingga tidak sempat mendampingi anak mengerjakan pekerjaan rumah.

Secara umum, sifat orang tua seperti ekstrovert, ramah, teliti, dan terbuka memang bisa mendukung prestasi anak. Namun tetap ada sisi negatifnya, misalnya anak bisa mendapat nilai sedikit lebih rendah jika orang tuanya terlalu ekstrovert.

Supaya lebih jelas, ekstrovert berarti orang terlihat ramah dan mudah bergaul. Keramahan ini berkaitan dengan kemampuan bekerja sama, sedangkan ketelitian berarti rapi dan cermat. Sementara itu, sifat neurotik biasanya membuat seseorang lebih mudah cemas dan khawatir.

Hubungan kepribadian orang tua dan anak

Banyak orang berpikir bahwa anak akan tumbuh menjadi sama seperti orang tua mereka, baik dari sikap maupun kebiasaan dalam keseharian. Namun soal kepribadian, hubungan ini ternyata tidak selalu kuat lho, Bunda.

Misalnya, orang tua yang ekstrovert belum tentu memiliki anak ekstrovert juga, begitu pula sebaliknya. Awalnya mungkin terdengar mengejutkan, tetapi hal itu wajar terjadi di banyak keluarga.

Jika Bunda memiliki saudara kandung, Bunda tentu menyadari bahwa ada banyak perbedaan. Meski tumbuh dalam rumah yang sama, setiap orang bisa memiliki karakter yang berbeda.

Salah satu alasan penelitian ini dilakukan adalah karena adanya perbedaan kepribadian di antara anggota keluarga, misalnya antara saudara kandung yang memiliki sifat berbeda secara signifikan.

Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar kepribadian memang bersifat bawaan. Jadi, seorang anak yang introvert tidak bisa tiba-tiba menjadi ekstrovert begitu saja, ya.

Meski demikian, perilaku sehari-hari anak tetap dapat diubah, terutama jika sebagai orang tua menyadari dampaknya terhadap perkembangan, kehidupan, dan kesehatan anak.

Itulah penjelasan lengkap mengenai temuan dari studi pada 9.400 anak yang membuktikan bahwa kepribadian orang tua berpengaruh pada prestasi dan kesehatan Si Kecil.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.