Wed,29 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Mencari Pengelola Baru Bandung Zoo, PKBSI Ingatkan Harus Kompeten

Mencari Pengelola Baru Bandung Zoo, PKBSI Ingatkan Harus Kompeten

mencari-pengelola-baru-bandung-zoo,-pkbsi-ingatkan-harus-kompeten
Mencari Pengelola Baru Bandung Zoo, PKBSI Ingatkan Harus Kompeten
service

Bagaimana perkembangan pengelolaan Kebun Binatang Bandung? Ternyata, proses mencari  pengelola baru Bandung Zoo,  sudah masuk tahap seleksi. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung baru menjaring banyak pihak untuk terlibat dalam pengelolaan lembaga konservasi umum yang sudah berdiri sejak 1933 itu. Proses penjaringan ini dianggap sebagai upaya penataan ulang pengelolaan Bandung Zoo setelah sengketa izin dan konflik internal yang berlangsung lebih dari setengah tahun. Annisa Rahmawati,   Senior Wildlife Campaigner Geopix menilai,  konflik di lembaga konservasi eks-situ hampir selalu mempengaruhi standar kesejahteraan satwa. Ketika konflik berlangsung, perhatian pengelola cenderung bergeser dari pemenuhan kebutuhan satwa ke persoalan administratif dan perebutan kendali lembaga. “Dampaknya,  itu saja sangat berpengaruh pada aspek paling dasar yaitu perawatan satwa,” katanya saat dihubungi Kamis (9/4/26). Dia bilang, kecukupan pakan, layanan kesehatan hewan, perawatan kandang hingga program pengayaan perilaku satwa pun mengalami penurunan. Hal ini menjadi sangat krusial karena satwa di kebun binatang sepenuhnya bergantung pada kunjungan. Meskipun saat ini pemerintah berupaya mencari kandidat baru, katanya, namun selama konflik, penanganan begitu lambat dan penuh dengan ketidakpastian. Semestinya, kata Annisa, kasus kekurangan pakan hingga kematian satwa karena virus menjadi peringatan. Setidaknya, pengambilalihan sementara bisa pemerintah lakukan agar standar minimum kesejahteraan satwa tetap terjaga. “Minimalnya, prinsip-prinsip konservasi tetap dijalankan,” katanya. Selain itu, katanya, upaya pembenahan Bandung Zoo tak cukup hanya dengan mengganti pengelola. Langkah paling mendesak justru mulai dari audit independen dan transparan untuk menentukan arah perbaikan berikutnya. Tanpa itu,  katanya, perbaikan tata kelola hanya akan menjadi perubahan administratif. Padahal, katanya,  konflik tidak hanya merusak reputasi pengelola kebun binatang, juga menggerus kepercayaan publik…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.