Wed,29 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Para Pihak Ingatkan Risiko Proyek Energi Sampah Pemerintah

Para Pihak Ingatkan Risiko Proyek Energi Sampah Pemerintah

para-pihak-ingatkan-risiko-proyek-energi-sampah-pemerintah
Para Pihak Ingatkan Risiko Proyek Energi Sampah Pemerintah
service

Pemerintah terus dorong proyek pengolahan sampah jadi energi listrik (PSEL) di sejumlah daerah. Berbagai organisasi masyarakat sipil mengkritik dan mengingatkan berbagai risiko dari proyek sampah jadi energi ini. Pemerintah targetkan bangun PSEL mulai Juni 2026 di lima  lokasi, yakni, Kota Bekasi, Bogor Raya, Bandung Raya, Denpasar Raya, dan Yogyakarta. Dalam pembangunan, pemerintah menggandeng Danantara dan  swasta. Kepala daerah di tiga lokasi tahap pertama pembangunan PSEL yakni Kota dan Kabupaten Bogor serta Bali menandatangani kerjasama dengan badan usaha, Selasa (21/4/26) di Kantor Kementerian Koordinator bidang Pangan. Di Bekasi, PT Wangneng Bekasi Environment Nusantara akan menggarapnya, PT Welming Nusantara Bogor New Energy untuk PSEL di Bogor, lalu PT Welming Nusantara Bali New Energy  di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. Zulkifli Hasan, Menko Pangan menargetkan groundbreaking terlaksana kurun waktu tujuh minggu. Dia bilang, proyek pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) sangat mendesak, karena Indonesia darurat sampah. “Ini perintah bapak (presiden) langsung. Kalau dalam tujuh minggu enggak selesai, terpaksa kita ambil alih. Kita ini sudah masuk darurat sampah, sudah menggunung, kemarin ada bencana di Bantargebang,” ucapnya saat penandatanganan kerjasama. Pemerintah, katanya, menargetkan PSEL di 31 lokasi atau aglomerasi yang mencakup 86 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. ia mengacu Peraturan Presiden (Perpres) 12/2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), yang menargetkan 100% sampah terkelola pada 2029. Saat ini, timbulan sampah nasional mencapai 144.839 ton per hari, sedang kapasitas tempat pemrosesan akhir (TPA) terbatas. Pemerintah targetkan PSEL mampu kurangi timbulan sampah hingga sekitar 40.000 ton per hari, atau 22,48% dari total timbulan nasional pada 2029.…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.