Thu,23 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Tidak Semua Bayi dari Ibu dengan HIV Dapat Terinfeksi, Ini Penjelasannya

Tidak Semua Bayi dari Ibu dengan HIV Dapat Terinfeksi, Ini Penjelasannya

tidak-semua-bayi-dari-ibu-dengan-hiv-dapat-terinfeksi,-ini-penjelasannya
Tidak Semua Bayi dari Ibu dengan HIV Dapat Terinfeksi, Ini Penjelasannya
service

Mubadalah.id – Sekitar satu dari tiga bayi yang lahir dari ibu yang positif HIV juga dapat tertular virus tersebut. Artinya, tidak semua bayi yang dilahirkan oleh ibu dengan HIV akan terinfeksi. Sebagian besar bayi lainnya lahir tanpa tertular HIV.

Bayi dapat tertular HIV sejak masih berada di dalam kandungan, saat proses persalinan, atau ketika menyusu. Saat ini, berbagai obat antiretroviral telah dikembangkan dan diuji untuk membantu menurunkan risiko penularan HIV dari ibu kepada bayi.

Selama kehamilan, penting bagi ibu yang hidup dengan HIV untuk memeriksakan kehamilannya kepada bidan atau dokter yang memiliki kompetensi dalam penanganan HIV/AIDS.

Seorang ibu yang positif HIV akan mewariskan antibodi HIV kepada bayinya, tetapi tidak selalu mewariskan virus HIV itu sendiri. Karena itu, bila bayi yang baru lahir menjalani tes HIV, hasilnya bisa menunjukkan positif akibat adanya antibodi dari sang ibu, bukan karena bayi benar-benar terinfeksi HIV.

Oleh sebab itu, bayi perlu menjalani pemeriksaan ulang setelah beberapa waktu. Banyak bayi yang pada pemeriksaan awal menunjukkan hasil positif, tetapi kemudian hasil tes berikutnya menunjukkan bahwa mereka tidak terinfeksi HIV.

Sulit memastikan apakah seorang bayi benar-benar positif HIV hanya berdasarkan keberadaan antibodi dalam darahnya sebelum berusia sekitar 18 bulan.

Pada usia tersebut, antibodi yang berasal dari tubuh ibu biasanya sudah hilang dari tubuh bayi. Jika setelah itu masih Anda temukan antibodi HIV, berarti antibodi tersebut tereproduksi oleh tubuh bayi sendiri, yang menunjukkan bahwa bayi telah terinfeksi HIV. []

*)Sumber TulisanBuku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 380.

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.