Thu,6 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Top News
  3. Timnas Indonesia butuh cara menyerang yang lebih variatif

Timnas Indonesia butuh cara menyerang yang lebih variatif

timnas-indonesia-butuh-cara-menyerang-yang-lebih-variatif
Timnas Indonesia butuh cara menyerang yang lebih variatif
service

Jakarta (ANTARA) – Senin lalu, Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dipenuhi lautan merah. Namun, di balik padatnya tribun, raut wajah puluhan ribu suporter Indonesia justru tampak kosong.

Mereka datang ke Pakansari dengan penuh harapan bisa menyaksikan timnas Indonesia menaklukkan Vietnam dan mengamankan tiket ke semifinal ASEAN Hyundai Cup (Piala AFF) 2026.

Sayangnya, yang terjadi justru sebaliknya. Indonesia takluk 0-3 dari Vietnam. Ini bukan sekadar kekalahan, melainkan penegasan bahwa sepanjang 90 menit Indonesia benar-benar dibuat tak berkutik.

Indonesia seolah menjadi tim berbeda, karena tak bisa mengulangi performa yang sama seperti mengalahkan Kamboja 5-1 dan Timor Leste 0-3. Dalam versi terburuknya ini, Indonesia dihantam kanan-kiri oleh Vietnam. Organisasi bertahan berantakan, lini tengah kalah bersaing, sementara serangan mudah dibaca dan sangat monoton.

Bermain dengan formasi 3-4-2-1 saat menguasai bola dan berubah menjadi 5-4-1 ketika bertahan, Indonesia terlihat kesulitan membangun serangan dari bawah menghadapi tekanan tinggi Vietnam.

The Golden Stars bahkan sudah unggul dua gol dalam 15 menit pertama melalui Nguyen Van Vi (6′) dan Nguyen Hai Long (15′). Kedua gol lahir dari pola yang hampir identik. Indonesia kehilangan bola saat membangun serangan, Vietnam merebutnya lalu melancarkan serangan cepat yang menghukum buruknya koordinasi pertahanan Indonesia.

Penyelesaian Van Vi maupun Hai Long sama-sama mengarah ke tiang pertama (dekat) gawang, area yang semestinya menjadi prioritas penjaga gawang Nadeo Argawinata. Ini merupakan kali ketiga Nadeo kebobolan melalui tiang dekat, setelah sebelumnya Kamboja melakukannya lewat Sokmeng Chea.

Saat membutuhkan gol, serangan tim asuhan John Herdman justru berkutat pada satu pola, yakni terlalu mengandalkan umpan silang.

Indonesia memang memiliki penyerang jangkung Mitchell Baker yang telah mengoleksi empat gol. Namun, ketergantungan pada satu pola serangan membuat permainan mereka mudah diantisipasi lawan.

Statistik Lapangbola mencatat Indonesia melepaskan 16 umpan silang sepanjang pertandingan, tetapi hanya tiga yang tepat sasaran. Angka tersebut menggambarkan betapa tidak efektifnya strategi yang terus diulang tanpa variasi.

Ketidakefektifan itu juga terlihat dari produktivitas peluang. Indonesia hanya mencatat tiga tembakan tepat sasaran dari sembilan percobaan. Sebaliknya, Vietnam menghasilkan enam tembakan tepat sasaran dari 10 percobaan, meski hanya melepaskan empat umpan silang.

Bukan menjaga ketat Baker. Vietnam menghentikan senjata Indonesia ini dengan menutup jalur-jalur umpan yang hendak diberikan kepada sang penyerang.

Pertahanan rapat Vietnam juga membuat Thom Haye, motor kreativitas Indonesia, kehilangan pengaruh terutama pada babak kedua. Haye hanya mencatat 49 umpan sukses, jumlah terendah dibandingkan dua pertandingan sebelumnya.

Ketika kreativitas Haye berhasil dibatasi, serangan Indonesia pun ikut tumpul. Umpan-umpan silang yang terus dilepaskan lebih terlihat sebagai bentuk keputusasaan daripada bagian dari rencana permainan yang matang.

Kecenderungan Indonesia mengandalkan umpan silang memang meningkat sepanjang Piala AFF 2026. Dalam tiga pertandingan, Indonesia rata-rata melepaskan 15,3 umpan silang per laga, meningkat tajam dibanding rata-rata delapan umpan silang dalam empat pertandingan sebelum turnamen ini.

Baca juga: John Herdman akui Vietnam unggul secara taktik

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.