Thu,23 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Jurnalistik
  3. Tren tepuk sakinah: Benarkah musik dapat mencegah perceraian?

Tren tepuk sakinah: Benarkah musik dapat mencegah perceraian?

tren-tepuk-sakinah:-benarkah-musik-dapat-mencegah-perceraian?
Tren tepuk sakinah: Benarkah musik dapat mencegah perceraian?
service

● Tepuk sakinah bisa jadi alat mnemonic untuk membantu mengingat pilar pernikahan.

● Menghafal lima pilar pernikahan belum tentu bisa mencegah atau menurunkan intensi seseorang dalam melakukan perceraian.

● Perlu adanya evaluasi efektivitas tepuk sakinah dalam menurunkan angka perceraian.


Belakangan ini di berbagai platform sosial media, bermunculan video pasangan yang menikah di Kantor Urusan Agama (KUA) melakukan tepuk sakinah sebelum melangsungkan pernikahan.

Tepuk yang menggunakan lagu “Kalau Kau Suka Hati” ini mengajarkan lima pilar dalam pernikahan sakinah, yaitu zawaj (berpasangan), mitsaqan ghalizan (janji kokoh), mu’asyarah bil ma’ruf (saling cinta, hormat, menjaga, dan berbuat baik), musyawarah, serta taradhin (saling ridha).

Kementerian Agama mengklaim tepuk sakinah bertujuan untuk memudahkan pasangan calon pengantin mengingat lima pilar keluarga sakinah. Menteri Agama Nazaruddin Umar bahkan meyakini tepuk sakinah bisa menekan angka perceraian.

Bagaimana sebuah musik, dalam hal ini dalam tepuk sakinah, dapat menurunkan perceraian?

Alat bantu menghafal

Tepuk sakinah adalah yel-yel yang dapat menjadi alat mnemonic alat atau teknik untuk membantu seseorang menghafal, biasanya dengan mengasosiasikan informasi baru dengan informasi lama yang lebih mudah diingat.

Teknik ini persis dengan lagu ABC agar anak-anak lebih mudah menghafal urutan alfabet.

Biasanya, ada tiga tahap seseorang belajar dan mengingat informasi: encoding (memperoleh informasi), storage (menyimpan informasi), dan retrieval (mengingat informasi).

Tepuk sakinah sebagai sebuah alat mnemonic akan membantu ketiga tahapan tersebut sehingga informasi mengenai pilar pernikahan dapat dengan mudah diingat.


Read more: Apa rahasia perkawinan yang bahagia?


Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa penggunaan mnemonic efektif untuk mengingat dan mempelajari informasi baru. Hasil penelitian dari National Taipei University of Education menemukan bahwa mnemonic membantu anak-anak dalam mengingat kosakata dalam bahasa asing.

Dalam bidang kedokteran, mnemonic musikal dapat membantu siswa untuk mengingat istilah-istilah kesehatan.

Artinya, pernyataan tepuk sakinah dapat membantu calon pengantin menghafal lima pilar keluarga sakinah bisa dibilang memiliki landasan ilmiah.

Tepuk sakinah dapat dikatakan sebagai salah satu cara mudah dan menyenangkan untuk mengingat. Yel-yel yang memberikan mood positif dapat memudahkan seseorang mengingat kembali informasi yang disampaikan dalam yel-yel.

Dapatkah mencegah perceraian?

Meski secara keilmuan dapat membantu ingatan, tepuk sakinah belum tentu manjur mencegah perceraian. Hafalan lima pilar pernikahan belum tentu menurunkan intensi seseorang untuk bercerai.

Ini karena penyebab perceraian sangat beragam, tak bisa disamaratakan dan dilandasi oleh kepentingan masing-masing individu. Bahkan, tidak jarang bercerai menjadi pilihan yang lebih baik ketimbang mempertahankan rumah tangga yang toksik.


Read more: Riset: perempuan korban KDRT enggan bercerai karena ingin hindari sanksi sosial


Berdasarkan theory of planned behavior, intensi seseorang dapat dipengaruhi oleh tiga hal: attitude (sikap), subjective norm (lingkungan), dan perceived behavior control (persepsi akan kemampuannya melakukan sesuatu).

Menghafal pilar-pilar pernikahan bisa saja mengubah sikap seseorang untuk mencapai pernikahan sakinah sehingga mencegah perceraian. Namun, sikap saja tidak cukup bila lingkungan kurang mendukung dan seseorang tidak merasa mampu untuk mengamalkan nilai-nilai pernikahan yang sakinah.

Pentingnya evaluasi

Kendati belum tentu manjur, bukan berarti tepuk sakinah tidak perlu dilanjutkan. Hanya, perlu data lebih lanjut untuk bisa mengetahui efektivitas tepuk sakinah dalam menurunkan angka perceraian.


Read more: Sebelum berumah tangga, siapkan mental lewat konseling pranikah


Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah dengan mengevaluasi efektivitas tepuk sakinah. Harapannya, pemerintah dapat membuat keputusan berbasis data untuk mengetahui apakah inisiatif ini perlu dilanjutkan atau tidak.

Tepuk sakinah memang bisa menjadi cara mudah dan menyenangkan untuk menghafal nilai-nilai penting dalam pernikahan sakinah. Namun, belum tentu menghafal lima pilar tersebut akan membuat seseorang mengamalkan nilai-nilai keluarga sakinah dan mengubah sikapnya.

Menurunkan intensi seseorang untuk bercerai mungkin tidak cukup dengan yel-yel. Kita memerlukan aktivitas yang lebih holistik untuk membekali para calon pengantin lebih siap menikah.


0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.