● 5,21 juta kaum muda global usia 15-39 tahun kena penyakit asam urat dalam tiga dekade terakhir.
● Konsumsi pangan ultraproses dan obesitas meningkatkan risiko penyakit asam urat.
● Menerapkan pola hidup sehat adalah kunci untuk mencegah penyakit asam urat dan obesitas.
Hati-hati jika sering mengalami encok atau nyeri di jempol kaki pada malam hari. Bisa jadi asam urat dalam darah kamu sedang tinggi-tingginya atau dikenal sebagai hiperurisemia.
Kondisi ini terjadi ketika kadar asam urat dalam darah kita melebihi 6 miligram per desiliter (mg/dL) untuk perempuan dan 7 mg/dL untuk laki-laki.
Dalam keadaan normal, asam urat dibuang oleh ginjal melalui urine. Saat kadarnya berlebih, asam urat menjelma kristal tajam serupa jarum di jaringan sendi—yang memicu peradangan sendi (gout) disertai nyeri hebat.
Selama ini, asam urat identik dengan “penyakit orang tua”. Namun penelitian global dalam tiga dekade terakhir (1900 – 2019) justru menunjukkan bahwa 5,21 juta kaum muda usia produktif (15-39 tahun) mengalami penyakit asam urat.
Laki-laki berisiko tiga kali lebih tinggi mengalami penyakit ini dibandingkan perempuan.
Di Indonesia, studi nasional soal jumlah orang dengan penyakit asam urat memang belum ada. Namun, beberapa laporan menduga penyakit ini dialami 32% orang di bawah usia 34 tahun.
Pola konsumsi pengaruhi penyakit asam urat
Asam urat sendiri merupakan produk akhir dari senyawa purin. Selain ditemukan dalam sel tubuh, purin juga terkandung dalam makanan dan minuman yang kita konsumsi.
Konsumsi produk pangan ultraproses (UPF) dan tinggi purin secara signifikan bisa meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Contoh makanan UPF tinggi purin, yaitu daging merah, jeroan, dan makanan laut berpengawet (seperti kerang, ikan teri, udang, dan cumi).
Sementara, minuman tinggi purin mencakup alkohol serta minuman yang mengandung banyak fruktosa (seperti minuman bersoda, jus buah kemasan, dan minuman energi).
Sering mengonsumsi produk ultraproses dan tinggi purin bukan cuma meningkatkan penyakit asam urat, tetapi juga obesitas yang juga kian memperbesar risiko terkena penyakit tersebut. Ancaman penyakit kian berlipat ganda jika kita punya gaya hidup tidak aktif.
Berat badan berlebihan—termasuk perut buncit karena lemak di perut—memperberat kerja ginjal dalam menyaring purin. Alhasil, asam urat menumpuk di dalam darah dan menyebabkan peradangan.
Jika melihat tren peningkatan kasus obesitas dan konsumsi makanan berisiko kaum muda di Indonesia, penyakit asam urat sangat perlu diwaspadai.
Hasil cek kesehatan gratis (CKG) pada 2025 menunjukkan nyaris sembilan juta orang dewasa usia 18-59 tahun di Tanah Air mengalami obesitas sentral alias perut buncit.
Sementara, Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mengungkap sekitar 48% kaum muda berusia 15-34 tahun mengonsumsi daging olahan berpengawet dan minuman manis lebih dari sekali per pekan.

Gaya hidup sehat adalah kunci
Penyakit asam urat maupun obesitas tidak boleh disepelekan. Dalam jangka panjang, kombinasi keduanya bisa memicu gangguan ginjal hingga penyakit jantung.
Kita bisa mencegah penyakit asam urat dan obesitas dengan menerapkan gaya hidup sehat. Hindari berlebihan konsumsi produk pangan UPF, tinggi purin, berfruktosa, dan berkalori tinggi.
Kita masih bisa mengonsumsi makanan laut dan daging merah dalam jumlah terbatas karena proteinnya sangat kaya. Akan tetapi, olah daging dan makanan laut dengan direbus untuk mengurangi jumlah purin.
Sangat disarankan mengonsumsi pangan minim lemak, gula, dan kalori. Contohnya, daging ayam tanpa kulit atau susu rendah lemak. Konsumsi juga sayuran minimal 350 gram (3 – 4 mangkuk kecil) per hari sebagai sumber serat, vitamin, dan mineral.
Untuk bantu membuang kelebihan asam urat, kita perlu mencukupi kebutuhan air putih. Setidaknya, minum sebanyak 7-8 gelas per hari. Selain air putih, teh dan kopi juga masih boleh dikonsumsi asalkan tidak menggunakan pemanis buatan.
Tak lupa, lakukan latihan fisik secara teratur. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan latihan aerobik (berjalan, berlari, berenang, atau bersepeda) dengan intensitas sedang untuk mempercepat proses tubuh membakar kalori dan mengurangi peradangan asam urat. Lakukanlah minimal selama 150 menit per minggu.
Alternatif lainnya, kita bisa latihan kekuatan intensitas sedang (seperti push-up atau sit-up) sebanyak dua kali atau lebih per pekan.




Comments are closed.