Fri,22 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Jurnalistik
  3. Peneliti Indonesia berhasil kembangkan metode eDNA untuk temukan keberadaan hiu berjalan endemik di Raja Ampat

Peneliti Indonesia berhasil kembangkan metode eDNA untuk temukan keberadaan hiu berjalan endemik di Raja Ampat

peneliti-indonesia-berhasil-kembangkan-metode-edna-untuk-temukan-keberadaan-hiu-berjalan-endemik-di-raja-ampat
Peneliti Indonesia berhasil kembangkan metode eDNA untuk temukan keberadaan hiu berjalan endemik di Raja Ampat
service

● Hiu epaulette Raja Ampat (Hemiscyllium freycineti) adalah spesies endemik yang hanya ditemukan di perairan Raja Ampat.

● Hiu epaulette atau Mandemor rentan terhadap kerusakan habitat serta perubahan lingkungan, kini statusnya hampir terancam punah.

● Teknologi eDNA bisa membantu upaya konservasi hiu berjalan.


Artikel ini ditulis dalam rangka memperingati International Day for Biodiversity yang digelar setiap 22 Mei.

Kebanyakan dari kita mungkin hanya tahu bahwa ikan hiu itu berpindah tempat dengan cara berenang, tapi tahukah kamu kalau ada juga spesies hiu yang bisa berjalan?

Ya, hiu epaulette atau hiu berjalan (genus Hemiscyllium) adalah salah satu kelompok hiu paling unik di dunia. Ia bisa berjalan di dasar laut dengan menggunakan keempat siripnya.

Perairan timur Indonesia merupakan habitat bagi enam dari sembilan spesies hiu epaulette endemik yang hidup di barat daya Samudera Pasifik. Salah satu spesies hiu epaulette endemik yang hanya bisa kita temukan di perairan Raja Ampat dan sekitarnya, yakni hiu epaulette Raja Ampat (Hemiscyllium freycineti) atau dikenal dengan nama ‘Mandemor’ oleh masyarakat lokal.

Hiu epaulette yang unik karena punya kemampuan untuk berjalan di dasar laut (dengan keempat siripnya yang berukuran besar), tidak seperti jenis-jenis hiu lainnya. Edy Setyawan

Sayangnya, spesies endemik Raja Ampat ini statusnya hampir terancam punah. Sejak 2023, pemerintah Indonesia telah menetapkan perlindungan penuh untuk semua spesies hiu berjalan di Indonesia.

Untuk mencegah kepunahan spesies langka ini, langkah pertama tentu kita harus mengetahui di mana saja lokasi mereka berada dan bagaimana kondisi populasinya. Masalahnya, mereka adalah hewan nokturnal alias hanya aktif di malam hari.

Hiu epaulette Raja Ampat yang pada siang hari suka bersembunyi di celah-celah karang, akar mangrove, dan lebatnya padang lamun sehingga sulit ditemukan. Edy Setyawan

Menjawab masalah ini, kami peneliti dari Elasmobranch Institute Indonesia, Badan Riset dan Inovasi Nasional, Konservasi Indonesia, dan BLUD UPTD Pengelolaan Kawasan Konservasi di Perairan Kepulauan Raja Ampat) berkolaborasi membuat teknologi pemindai genetik (eDNA) untuk mendeteksi keberadaan hiu berjalan. Riset ini baru saja terbit di jurnal Environmental DNA.

Pemindai “sidik jari” khusus hiu epaulette

Selama ini, survei populasi hiu epaulette dilakukan mengikuti perilaku hiu yang cenderung aktif pada malam hari. Para peneliti biasanya berjalan menyusuri area terumbu karang atau padang lamun yang dangkal pada saat air surut.

Proses pengukuran panjang hiu epaulette pada malam hari saat survei populasi di Pulau Arborek, Raja Ampat. Edy Setyawan

Namun, cara manual ini melelahkan. Selain itu, peneliti malah berisiko bertemu hewan beracun dan ganas, dan justru tidak selalu berhasil menemukan hiu epaulette. Para peneliti lantas menggunakan pendekatan baru, yaitu melalui metode DNA lingkungan (environmental DNA atau eDNA).

Melalui eDNA, hewan dapat terdeteksi lewat jejak genetiknya. Layaknya manusia yang meninggalkan helai rambut atau sel kulit, hewan laut juga meninggalkan jejak materi genetik, berupa lendir, sel, sisa jaringan, atau fragmen organik di dalam air sekitar lingkungan hidupnya.

Dengan analisis jejak materi genetik di air laut, peneliti bisa mengetahui hewan apa saja yang pernah melintas atau berada di sana tanpa harus melihatnya secara langsung.

Tantangannya adalah kebanyakan primer (penanda genetik) untuk eDNA air laut bersifat universal. Alhasil, hampir semua DNA makhluk laut, mulai dari ikan kecil hingga plankton bisa terdeteksi, tetapi kerap tidak bisa mengenali DNA spesifik seperti hiu epaulette.

Untuk itu, tim peneliti mengembangkan penanda genetik baru bernama primer ES-200ND4. Penanda genetik ini “diprogram” untuk mengenali bagian khusus layaknya sidik jari biologis unik dari DNA hiu epaulette, yaitu gen NADH4.

Sederhananya, pemindai khusus ini hanya “berbunyi” jika menemukan jejak hiu epaulette, tanpa terganggu oleh DNA-DNA dari hewan-hewan lain yang ada di air.

Setelah berhasil diuji di laboratorium, penanda genetik baru ini kemudian kami tes di lapangan untuk mendeteksi hiu epaulette di habitat aslinya.

Hasilnya sangat menggembirakan. Teknologi ini berhasil mendeteksi keberadaan hiu epaulette di enam dari tujuh lokasi pengujian.

Pengambilan dan proses filtrasi air laut untuk mendeteksi eDNA hiu berjalan di Raja Ampat saat uji lapangan. Konservasi Indonesia dan Danang A. Prabowo

Momen paling krusial terjadi di perairan Dayan. Informasi keberadaan hiu epaulette di lokasi ini sebelumnya hanya diketahui dari penuturan masyarakat lokal. Sementara survei ilmiah belum pernah mengonfirmasi keberadaannya di sana.

Pengamatan langsung yang dilakukan di siang hari sama sekali tidak menemukan hiu epaulette. Namun, hasil analisis dari sampel air laut menunjukkan sinyal eDNA hiu epaulette berhasil dideteksi dengan kuat. Dengan kata lain, hiu ini terkonfirmasi ada di sana, meski tak kasat mata.


Read more: Teknologi eDNA: Terobosan baru menyingkap kehidupan laut dalam dengan mudah dan murah


Bisa diterapkan kepada spesies langka lain

Inovasi ini menjadi titik balik penting dalam konservasi hiu epaulette. Dengan eDNA dari seember air, peneliti dan pengelola kawasan kini punya alat yang dapat diandalkan, relatif murah, dan tidak mengganggu spesies lain dalam upaya memetakan habitat penting spesies hiu epaulette.

Pengambilan sampel air dalam upaya penemuan metode baru untuk mendeteksi hiu epaulette dengan eDNA. Muhamad Izuan

Data dan informasi yang didapatkan dari eDNA bisa membantu pengelola kawasan konservasi dalam sejumlah hal. Mulai dari memverifikasi apakah hiu epaulette ada di lokasi-lokasi tertentu dan juga menentukan lokasi baru untuk perluasan kawasan konservasi.

Selain itu, data dan informasi ini tentu berguna untuk merancang kebijakan konservasi yang lebih tepat sasaran untuk melindungi spesies ini.

Tim peneliti berharap metode eDNA ini bisa diujicobakan di kawasan lain di timur Indonesia yang menjadi habitat bagi lima spesies hiu berjalan lainnya, serta di Papua Nugini yang memiliki hiu epaulette serupa. Dan berikutnya, temuan hasil eDNA ini bisa dilanjutkan untuk meneliti perilaku dan sebaran populasi spesies langka ini lebih luas.

Hiu epaulette Raja Ampat, salah satu harta karun evolusi di Indonesia Timur. Edy Setyawan

Hiu epaulette adalah “harta karun evolusi” Indonesia timur. Spesies endemik ini tidak ditemukan di tempat lain di dunia. Namun, tanpa data, strategi penelitian dan konservasi yang efektif, upaya perlindungan tidak akan berhasil.

Dengan memanfaatkan eDNA, kita kini memiliki “mata” baru untuk membaca kehidupan tersembunyi di laut. Hanya dari seember air laut, informasi penting tentang keberadaan salah satu spesies paling unik Indonesia dapat terungkap.

Di tengah ancaman krisis biodiversitas global, teknologi ini memberi harapan baru. Inovasi ilmiah bisa membantu memastikan hiu-hiu pemalu ini tetap berjalan di terumbu karang Raja Ampat dan Indonesia timur untuk generasi yang akan datang.


Read more: Menguji efektivitas teknologi baru eDNA, ampuh mendeteksi biodiversitas laut lewat sisa sel hingga jejak kotoran



0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.