Jakarta –
Sebenarnya bayi disebut-sebut tidak perlu terlalu sering mandi karena kulitnya masih kering. Nah, umur berapa bayi sudah boleh mandi hingga 2 kali sehari?
Dikutip dari Healthline, sebagian besar bayi tidak perlu dimandikan setiap hari selama beberapa bulan awal kehidupannya.
Jika Bunda ingin memandikan bayi lebih sering, pertimbangkan untuk tidak menggunakan sabun yang berbahan kimiawi berlebihan agar kulitnya tidak menjadi semakin kering.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anjuran mandi untuk bayi baru lahir
World Health Organization (WHO) merekomendasikan untuk menunda memandikan bayi untuk kali pertama hingga 24 jam setelah lahir.
Bisa juga menunggu setidaknya 6 jam jika sehari penuh tidak memungkinkan, misalnya karena alasan budaya tertentu.
Di sela-sela waktu mandi, Bunda dapat memeriksa lipatan kulit bayi, termasuk di paha, selangkangan, ketiak, dan bawah dagu.
Apabila memang tampak perlu dibersihkan, gunakan waslap atau kain lembut yang telah dibasahi di sekitar area tersebut.
Selain itu, penelitian pada tahun 2019 yang dipublikasikan dalam Journal for Specialists in Pediatric Nursing menunjukkan bahwa memandikan bayi 48 jam setelah lahir dapat membantu menjaga kelembapan kulit dan suhu tubuhnya tetap stabil.
Kemudian sampai tali pusarnya terlepas, sebaiknya jangan dulu memandikan dengan cara merendam tubuh bayi di dalam air. Sebagai gantinya, gunakan waslap yang dibasahi air hangat saja.
Kecuali jika bayi buang air, Bunda mungkin perlu memandikan bayi untuk membersihkan beberapa bagian tubuhnya. Namun jika tidak, Si Kecil sebenarnya tidak perlu dimandikan setiap hari pada usia ini.
“Saat bayi sudah semakin besar dan lebih aktif bergerak, mereka sudah mulai perlu dimandikan lebih sering,” ujar dokter anak dari Children’s Hospital of Michigan, Scott Grant, dikutip dari Parents.
Berikut beberapa aturan tentang frekuensi mandi untuk bayi sesuai rentang usianya:
Usia 1-3 bulan
Selama bulan-bulan awal kehidupan bayi, Bunda dapat memandikannya satu hingga dua kali seminggu. Nanti setelah tali pusarnya terlepas, Bunda dapat mulai memandikannya dengan cara yang lebih umum.
Untuk melakukannya, isi bak mandi bayi sebagian dengan air hangat dan pegang bayi sambil menopang kepala serta lehernya. Selain itu, Bunda juga dapat menggunakan bak mandi yang dilengkapi penyangga. Bersihkan mulai dari wajah dan kepala bayi, kemudian berlanjut ke bagian tubuh lainnya.
Usia 3-6 bulan
Seiring pertumbuhan usia bayi, Bunda bisa sedikit mengubah rutinitas mandinya. Pada usia ini, bayi masih hanya perlu dimandikan satu hingga dua kali seminggu.
Namun, jika mereka tampak menikmati waktu mandi atau mulai banyak berkeringat, pertimbangkan untuk memandikannya lebih sering.
Banyak orang tua juga memanfaatkan waktu mengganti popok dan pakaian untuk membersihkan bayi dengan cepat dan memastikan semua bagian tubuh pentingnya sudah bersih.
Nah, jika Bunda memilih untuk memandikan bayi lebih dari dua kali seminggu, gunakan sabun pada satu atau dua kali mandi saja agar kulitnya tidak menjadi kering. Setelah mandi, oleskan losion yang lembut dan bebas pewangi serta pewarna pada kulit bayi.
Usia 6-12 bulan
Setelah bayi mulai aktif bergerak dan mulai mengonsumsi makanan padat, Bunda bisa memandikannya lebih sering yakni hingga 2 kali sehari.
Di usia ini, Bunda juga bisa mulai mengajak Si Kecil untuk mandi berendam dan lebih sering ketika tubuhnya kotor.
Beberapa orang tua juga menjadikan mandi air hangat sebagai salah satu aktivitas rutin yang menenangkan bayi sebelum tidur.
Lebih baik mandi di pagi atau malam hari?
Dikutip dari Mayo Clinic, waktu untuk memandikan bayi sebenarnya tidak ada patokan khusus. Semua bergantung pada kondisi dan kebutuhan masing-masing.
Pilih waktu ketika Bunda tidak sedang terburu-buru atau kemungkinan akan terganggu.
Sebagian orang tua memilih memandikan bayi pada pagi hari ketika bayi sedang dalam kondisi waspada, namun sebagian lainnya lebih memilih menjadikan mandi sebagai bagian dari bedtime routine yang menenangkan.
Jika Bunda hendak memandikan bayi setelah menyusu, pertimbangkan untuk menunggu beberapa saat hingga perutnya tidak terlalu penuh.
Mengapa sebaiknya tidak memandikan bayi terlalu sering?
Bayi sebenarnya tidak perlu dimandikan sesering orang dewasa, Bunda. Mereka tidak berkeringat atau menjadi kotor dengan cara yang sama seperti orang dewasa. Selain itu kulit bayi juga jauh lebih sensitif daripada kulit orang dewasa.
Terlalu sering dimandikan justru rentan membuat kulit bayi menjadi kering dan memperburuk kondisi yang sudah ada, termasuk eksim.
Jika Si Kecil memiliki masalah kulit tertentu yang sudah diketahui sebelumnya, konsultasikan dengan dokter anak untuk menentukan produk dan rutinitas yang tepat agar kulitnya tetap sehat.
Tips aman memandikan bayi 0-6 bulan
Supaya aktivitas mandi bisa dilakukan secara rutin dan tetap aman, ada beberapa tips yang dapat diterapkan:
- Siapkan air hangat di dalam bak mandi bayi
- Lalu awali dengan tubuh bagian atas dan kepala, basuh dengan sabun khusus bayi dan bilas sampai bersih
- Setelah bagian atas selesai, lanjutkan dengan bagian badan. Awali dengan membersihkan bagian alat kelamin, lalu badan, tangan dan kaki
- Terakhir, bilas dengan menggunakan waslap yang dibasahi air hangat
Pada usia di atas 6 bulan, bayi yang sebelumnya terbiasa mandi dengan air hangat perlu waktu untuk beradaptasi jika hendak dimandikan dengan air dingin.
Selain kurangi suhu secara bertahap, Bunda juga bisa menyentuhkan terlebih dahulu bagian tubuh bayi satu persatu dengan air. Hindari langsung sekaligus karena bayi bisa kaget dan menolak.
Itulah penjelasan tentang umur berapa bayi boleh mandi dua kali sehari dan aturan yang sesuai kebutuhan bayi. Ingatlah bahwa seiring pertumbuhan bayi, mereka mungkin membutuhkan mandi lebih sering.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)





Comments are closed.