
Uniknya Nusantara Beat: Grup Musik dari Belanda, tapi Nyunda Pisan Euy!
Nusantara Beat adalah grup musik yang berasal dari Amsterdam, Belanda. Mereka dikenal dengan karya berupa lagu-lagu dengan nuansa Indonesia yang kental.
“Djanger”, “Kota Bandung”, “Sifat Manusia”, dan “Mang Becak”. Mendengar judul lagu-lagu tersebut, kira-kira dari mana grup musiknya berasal?
Jika Kawan menjawab Jawa Barat, mohon maaf, jawabannya salah. Kira-kira seperti itulah lagu-lagu milik Nusantara Beat. Meski personelnya adalah para bule, lagu-lagunya sangat dekat dengan Indonesia.
Nusantara Beat memang digawangi oleh para musisi muda yang berasal dari Belanda, tetapi punya darah Indonesia. Di tangan merekalah musik Nusantara jadi mendunia di panggung internasional.
“Nusantara” adalah kata dalam bahasa Sanskerta yang digunakan untuk mendeskripsikan kepulauan Indonesia. Setiap orang di band ini memiliki ikatan dengan wilayah tersebut,” ujar personel Nusantara Beat, Sonny Groeneveld, dalam wawancaranya dengan Durum Records.
Nusantara Beat dibentuk pada tahun 2022. Selain Groeneveld yang bertindak sebagai drummer, personel grup ini adalah Gino Groeneveld (pemain perkusi), Jordy Sanger (gitar), Megan de Klerk (vokal), Michael Joshua (bas), Rouzy Portier (gitar & keyboard), serta Sonny Groeneveld (drum).
Mengusung gaya psychedelic-folk, Nusantara Beat mengawinkan gaya lagu lama dengan sentuhan kekinian. Meski demikian, aroma tradisionalnya masih terasa. Utamanya dari liriknya yang sebagian besar dibawakan dalam bahasa Sunda.
“Pada awalnya, kami fokus pada penafsiran ulang lagu-lagu tradisional. Banyak dari lagu tersebut berurusan dengan tema-tema abadi: makanan, cinta, tanah air, atau hubungan dan kolaborasi manusia,” kata Groeneveld.
Soal menyanyikan lirik berbahasa Sunda ini, Megan de Klerk selaku vokalis memang adalah jagonya. Bahkan, kerap kali penonton mengira ia lahir di Jawa Barat, padahal kenyataannya ia berasal dari Amsterdam.
Saat ini, Nusantara Beat sudah punya album debut dengan judul yang sama. Album tersebut berisi 11 lagu yang sekilas terdengar seperti karya era 1970-an.

Berawal dari Penasaran, Nusantara Beat Manggung di Tanah Nenek Moyang
Siapa sangka, Nusantara Beat ternyata berawal dari rasa penasaran para anggota akan musik Indonesia?
Para personel Nusantara Beat tidak hanya sama-sama keturunan Indonesia. Lebih dari itu, mereka juga punya keinginan untuk mengulik lagu-lagu Indonesia. Mereka awalnya bahkan tidak punya rencana untuk naik panggung dan hanya ingin mengeksplorasi musik Indonesia dan melakukan jam session sedikit.
“Namun, keadaan berkembang dengan cepat: pertunjukan langsung menyusul, dan sebelum kami menyadarinya, kami sudah menjadi sebuah band,” tambah Groeneveld.
Setelah Nusantara Beat semakin serius dalam bermusik, mereka tampak tidak mau tanggung-tanggung dalam berkarya. Selain jadwal manggung yang semakin padat, lagu-lagu baru juga dibuat hingga akhirnya album pun bisa dilahirkan.
“Begitu kami naik ke atas panggung dan merasakan energinya, kami tahu kami harus melangkah lebih jauh. Saat itulah kami mulai menulis lagu sendiri, dan sekarang kami berada di sini hanya beberapa bulan sebelum perilisan album pertama kami,” tutur Groeneveld lagi.
Seiring dengan semakin besar dan bekennya Nusantara Beat, datanglah kesempatan untuk manggung di Indonesia, tanah leluhur sekaligus negeri yang jadi rujukan musik mereka.
Nusantara Beat telah menggelar tur perdana mereka di Indonesia pada 2024 dengan tampil di sejumlah kampus seperti Institut Teknologi Bandung dan Universitas Gadjah Mada. Penampilan mereka sukses menyedot perhatian dan disambut meriah para penonton. Tak hanya itu, Nusantara Beat juga berbagi cerita mengenai liku-liku kerja kreatif mereka lewat sesi diskusi dan workshop.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News
Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aulli Atmam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aulli Atmam.
Tim Editor





Comments are closed.