Tue,21 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Health
  3. Urgensi Vaksinasi dan Pengendalian Anjing Pemburu setelah Kasus Tragis Jasinga

Urgensi Vaksinasi dan Pengendalian Anjing Pemburu setelah Kasus Tragis Jasinga

urgensi-vaksinasi-dan-pengendalian-anjing-pemburu-setelah-kasus-tragis-jasinga
Urgensi Vaksinasi dan Pengendalian Anjing Pemburu setelah Kasus Tragis Jasinga
service

Kasus dugaan serangan anjing pemburu yang menewaskan seorang anak di Jasinga, Kabupaten Bogor, menjadi perhatian masyarakat setelah ramai diperbincangkan di media sosial. Peristiwa ini memunculkan kekhawatiran mengenai keamanan penggunaan anjing pemburu di sekitar permukiman. Hal ini sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan hewan dan pencegahan penyakit zoonosis seperti rabies.

Menanggapi kejadian itu, Agus Wijaya, dosen Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University, menilai aspek kesehatan hewan, khususnya vaksinasi rabies, perlu menjadi perhatian utama dalam pengelolaan anjing pemburu di masyarakat.

Menurutnya, salah satu persoalan yang masih kerap ditemui adalah belum optimalnya pelaksanaan vaksinasi rabies pada anjing pemburu. “Kemungkinan vaksinasi rabies belum dilakukan secara disiplin di wilayah itu. Ini menjadi hal yang perlu mendapat perhatian karena vaksinasi merupakan langkah dasar dalam menjaga kesehatan hewan sekaligus melindungi masyarakat,” ujarnya.

Agus menjelaskan, terdapat berbagai faktor yang dapat memicu anjing menyerang manusia. Selain kondisi kesehatan hewan yang tidak terpantau dengan baik, interaksi yang kurang tepat antara manusia dan anjing juga dapat menjadi pemicu.

Ia menyatakan faktornya cukup banyak. Masih ada sebagian masyarakat yang memiliki anjing untuk berburu tetapi enggan melakukan vaksinasi karena khawatir anjing menjadi lemas saat digunakan berburu.

“Padahal kondisi tersebut biasanya hanya bersifat sementara setelah vaksinasi. Selain itu, anak-anak terkadang belum memahami cara berinteraksi dengan anjing sehingga dapat bersikap usil atau mengganggu hewan tanpa menyadari risikonya,” katanya.

Ia menilai penggunaan anjing pemburu di lingkungan yang berdekatan dengan permukiman memiliki potensi risiko apabila tidak disertai pengelolaan yang baik. Menurutnya, ancaman yang perlu diwaspadai tidak hanya terkait kemungkinan serangan, tetapi juga penyebaran penyakit rabies.

“Peluang terjadinya rabies cukup besar apabila vaksinasi tidak dilakukan secara disiplin. Karena itu, pengawasan terhadap kesehatan anjing pemburu harus menjadi prioritas,” katanya.

Untuk mencegah terulangnya kejadian serupa, Agus menekankan pentingnya tanggung jawab pemilik hewan dalam memastikan anjing peliharaan tetap terkendali dan mendapatkan perlindungan kesehatan yang memadai.

“Langkah yang baik adalah melakukan vaksinasi rabies secara teratur dan memastikan anjing diikat atau ditempatkan dengan aman di halaman rumah sehingga tidak berkeliaran bebas,” ujarnya.

Ia juga mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah, komunitas pemburu, dan masyarakat dalam memperkuat program pencegahan rabies.

“Vaksinasi perlu diprogramkan secara teratur dan berkelanjutan. Selain itu, penyuluhan mengenai bahaya rabies harus terus digalakkan agar masyarakat memahami risiko serta langkah-langkah pencegahannya,” katanya.

Melalui pengelolaan hewan yang bertanggung jawab, edukasi masyarakat, dan pelaksanaan vaksinasi yang konsisten, risiko terjadinya insiden serupa diharapkan dapat diminimalkan. Ini sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi masyarakat dan hewan peliharaan.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.