Fri,17 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Usut Kematian Lima Peserta Latsarmil, Kemhan Gandeng Kemenkes Bentuk Tim Investigasi

Usut Kematian Lima Peserta Latsarmil, Kemhan Gandeng Kemenkes Bentuk Tim Investigasi

usut-kematian-lima-peserta-latsarmil,-kemhan-gandeng-kemenkes-bentuk-tim-investigasi
Usut Kematian Lima Peserta Latsarmil, Kemhan Gandeng Kemenkes Bentuk Tim Investigasi
service

Jakarta, NU Online 

Kementerian Pertahanan (Kemhan) membentuk tim investigasi gabungan bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mengusut meninggalnya lima peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang mengikuti pelatihan sebagai calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Hasil investigasi tersebut akan menjadi dasar evaluasi terhadap penyelenggaraan program pelatihan.

Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan mengatakan tim gabungan telah dibentuk dan mulai bekerja untuk menelusuri berbagai faktor yang diduga berkaitan dengan kematian para peserta. Selain mengidentifikasi penyebab pasti, tim juga akan menghimpun data sebagai bahan penyempurnaan pelaksanaan program ke depan.

“Terkait dengan meninggalnya lima (peserta pelatihan SPPI) ini, kami juga sudah melaksanakan atau kami sudah membentuk tim investigasi. Ini adalah gabungan antara Kementerian Pertahanan dan Kementerian Kesehatan. Kami sudah bentuk dan kami nanti akan menindaklanjuti untuk melihat atau mencari data-data tambahan kenapa kok bisa hal ini terjadi,” kata Donny di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Selain mengusut kasus kematian peserta, tim investigasi juga akan mendalami temuan gangguan paru-paru yang dialami sejumlah peserta di Satuan Pendidikan (Satdik) Halim. Donny mengatakan Kemhan dan Kemenkes telah berkoordinasi untuk melakukan langkah-langkah pencegahan guna menghindari penyebaran penyakit.

“Termasuk juga yang kejadian di Halim terkait dengan paru-paru, ini juga karena ada penularan di sana, ini juga kami lakukan tindakan pencegahan bersama dengan Kementerian Kesehatan,” ujarnya.

Menurut Donny, salah satu fokus penyelidikan adalah menelusuri proses pemeriksaan kesehatan yang dijalani peserta sebelum mengikuti pendidikan. Tim akan mengevaluasi seluruh tahapan seleksi kesehatan, termasuk dokumen hasil medical check-up yang dilakukan di daerah asal peserta.

“Kami telusuri bagaimana dulu medical check-up-nya di daerah seperti apa, apakah ada data-data tambahan. Nah, itu dulu yang kami evaluasi menggunakan tim yang sudah kami bentuk bersama tim Kementerian Kesehatan,” katanya.

Hasil Investigasi Jadi Bahan Evaluasi

Donny menegaskan, hingga saat ini pemerintah masih memfokuskan penanganan pada investigasi internal. Karena itu, Kemhan belum mengarah pada langkah hukum sebagaimana diusulkan sejumlah pihak, termasuk Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

“Kami belum mengarah ke sana (proses hukum) karena kami masih investigasi internal dulu,” ujarnya.

Ia menambahkan, investigasi diupayakan selesai dalam waktu secepat mungkin. Menurutnya, hasil penyelidikan akan menjadi acuan penting dalam mengevaluasi sekaligus memperbaiki penyelenggaraan pendidikan SPPI yang masih berjalan.

“Intinya, kami ingin secepatnya selesai karena hasil investigasi ini juga penting untuk kami gunakan bagaimana kami melaksanakan pendidikan yang ada saat ini,” kata Donny.

Sebelumnya, Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan format latsarmil tidak lagi digunakan setelah dilakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan program.

“Yang dapat kami sampaikan, format kegiatan yang sebelumnya dikenal sebagai Latsarmil telah dievaluasi dan tidak lagi digunakan dalam bentuk sebelumnya,” kata Rico kepada NU Online Selasa (30/6/2026).

Menurut Rico, perubahan tersebut dilakukan dengan mengutamakan keselamatan dan kesehatan peserta. Karena itu, materi teknis dan taktis kemiliteran, termasuk latihan menembak, dihapus dari kurikulum pelatihan, sementara intensitas aktivitas fisik disesuaikan dengan latar belakang peserta sebagai warga sipil.

Pelatihan kini difokuskan pada pembentukan karakter, kepemimpinan, wawasan kebangsaan, kerja sama, serta pembekalan manajerial yang dibutuhkan dalam pengelolaan koperasi. Pemerintah menyatakan perubahan tersebut merupakan bagian dari evaluasi menyeluruh agar pelaksanaan program dapat berjalan lebih aman sekaligus tetap mencapai tujuan penguatan kapasitas calon pengelola koperasi.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.