Mon,4 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Warga Kalurahan Balong Panen Hujan untuk Hadapi Kemarau

Warga Kalurahan Balong Panen Hujan untuk Hadapi Kemarau

warga-kalurahan-balong-panen-hujan-untuk-hadapi-kemarau
Warga Kalurahan Balong Panen Hujan untuk Hadapi Kemarau
service

Warga Kalurahan Balong, Kapanewon Girisobo, Yogyakarta, mulai memanfaatkan air hujan yang turun di ujung musim penghujan awal April.  Dengan begitu, mereka tak perlu khawatir memenuhi kebutuhan minum tahun ini. Jadi, desa yang langganan krisis saat kemarau itu bisa menyaring lebih dari 5.000 meter kubik air hujan dan menyimpannya di balai desa. Mereka sudah mengantisipasi kemarau panjang yang BRIN umumkan akhir Maret lalu. Lembaga ini memperkirakan El Nino berlangsung April hingga Oktober nanti dengan suhu yang lebih panas dari kemarau biasanya. Warga lalu mengantisipasi dengan memanen air hujan sejak Januari lalu. Instalasi penampungan hujan menggunakan sistem penyaringan ini higienis karena menggunakan teknologi yang telah teruji oleh Sekolah Air Hujan (SAH) yang sudah ada di banyak wilayah. “Kami memprediksi berdasarkan penanggalan tradisional titimangsa kalau kemarau tahun ini jadi lebih panjang waktunya. Makanya membangun instalasi dengan air yang siap konsumsi karena ini yang paling penting” kata  Purwanta, Carik Kalurahan Balong. Wilayah di ujung selatan Gunungkidul ini membangun instalasi pemanen air hujan pada Desember 2025. Tujuannya, meminimalisasi krisis air yang berlangsung sejak puluhan tahun yang lalu. Hampir tidak ada sumur di wilayah itu karena kontur yang seluruhnya kawasan karst. “Pernah dua kali membangun sumur bor bantuan dari pemerintah, sudah mengebor sampai 100 meter tetap tidak ada air,” kata  Purwanta, Sekretaris Kalurahan Balong. Dulu, telaga jadi salah satu sumber air warga. Sekarang, sudah jadi lapangan bola karena tak ada lagi air yang keluar. “Sumber air lainnya dari air hujan, tapi hanya dengan bak penampungan terbuka tidak dengan teknologi penyaringan,” kata pria 45 tahun itu. Kebiasaan…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.