Mon,4 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Tiga Kali Lebih Berat dari King Cobra: Mengenal Laophis, Ular Berbisa Terbesar dalam Sejarah Bumi

Tiga Kali Lebih Berat dari King Cobra: Mengenal Laophis, Ular Berbisa Terbesar dalam Sejarah Bumi

tiga-kali-lebih-berat-dari-king-cobra:-mengenal-laophis,-ular-berbisa-terbesar-dalam-sejarah-bumi
Tiga Kali Lebih Berat dari King Cobra: Mengenal Laophis, Ular Berbisa Terbesar dalam Sejarah Bumi
service

Selama ini King Cobra (Ophiophagus hannah) dikenal sebagai penguasa tunggal dalam kategori ular berbisa terbesar di dunia. Reputasinya tidak main-main karena ular ini mampu tumbuh hingga panjang 5.5 meter dengan postur yang sanggup berdiri setinggi manusia dewasa saat merasa terancam. Dari segi bobot, King Cobra modern umumnya memiliki berat sekitar 6 hingga 9 kilogram. Namun spesimen yang sangat besar di penangkaran pernah tercatat mencapai berat hampir 13 kilogram. Ukuran masif ini menjadikannya predator puncak di hutan-hutan Asia yang mampu memangsa ular lain dengan mudah. Ular king kobra (Ophiophagus hannah) | Foto oleh Lip Kee CC BY-SA 2.0 Namun sebuah temuan paleontologi mengungkap bahwa jutaan tahun lalu terdapat spesies beludak atau viper yang jauh lebih masif dari sang raja tersebut. Spesies ini bernama Laophis crotaloides. Ular raksasa ini hidup sekitar 4 juta tahun lalu di wilayah padang rumput yang kini dikenal sebagai Yunani. Meskipun King Cobra menang dari segi panjang tubuh secara ukuran fisik linier, Laophis memiliki bobot yang jauh melampaui predator berbisa mana pun yang pernah melata di planet ini. Berdasarkan analisis fosil, berat badannya mencapai lebih dari dua kali lipat catatan rekor King Cobra paling berat sekalipun. Hal ini menempatkan Laophis sebagai kelas berat sejati dalam sejarah evolusi ular berbisa dunia. Sejarah Penemuan Fosil dan Validasi Ilmiah Eksistensi Laophis Crotaloides Kisah penemuan Laophis sebenarnya dimulai pada tahun 1857 melalui tangan Sir Richard Owen. Beliau merupakan ilmuwan yang menciptakan istilah dinosaurus. Owen mendeskripsikan 13 fosil tulang belakang ular yang ditemukan di dekat Thessaloniki, Yunani. Ia menamakannya Laophis crotaloides dan menyebutnya…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.