Thu,13 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. 5 Stimulasi Belajar Anak Usia Dini dan Contohnya Menurut Pakar

5 Stimulasi Belajar Anak Usia Dini dan Contohnya Menurut Pakar

5-stimulasi-belajar-anak-usia-dini-dan-contohnya-menurut-pakar
5 Stimulasi Belajar Anak Usia Dini dan Contohnya Menurut Pakar
service

Jakarta

Bagi Bunda yang memiliki anak berumur 1-5 tahun pasti merasakan bahwa fisik dan juga otak Si Kecil di usia tersebut berkembang sangat cepat. Di usia inilah kemudian banyak orang tua berlomba-lomba ingin menstimulasi anak agar perkembangannya maksimal.

Lalu sebenarnya apa saja stimulasi belajar yang bisa diterapkan orang tua kepada anak usia dini 1-5 tahun? Praktisi Psikologi Anak Usia Dini, Aninda, S.Psi, M.Psi.T. mengungkapkan bahwa pada dasarnya ada lima stimulasi belajar untuk anak usia dini, Bunda. Yuk, simak apa saja stimulasi belajar yang bisa kita terapkan pada Si Kecil.

1. Stimulasi belajar fisik

Pertama, ada stimulasi fisik, yakni stimulasi yang lebih kepada motorik kasar, motorik halus, dan olahraga. Contoh stimulasi fisik ini antara lain adalah gimnastik yang kini cukup diminati.

“Misalnya, kan zaman sekarang tuh banyak anak-anak yang diikutin gimnastik mungkin ya. Nah itu masuknya ke fisik. Atau ikut olahraga, berbagai macam olahraga juga masuk ke fisiknya,” ungkap Aninda dalam dalam diskusi Nutrilon Royal dan Indomaret Dukung Stimulasi Anak Jadi Pemenang dalam Winner’s Squad Adventure ke Hong Kong pada Sabtu, 7 Februari 2026.

2. Stimulasi belajar bahasa

Kedua, adalah stimulasi belajar bahasa. Contoh stimulasi belajar bahasa yang bisa Bunda terapkan pada anak usia dini 1-5 tahun antara lain storytelling, dongeng, hingga belajar second language atau bahasa kedua.

3. Stimulasi belajar seni

Ketiga, adalah stimulasi belajar seni. Aninda menuturkan bahwa contoh dari stimulasi yang bisa dilakukan Si Kecil adalah belajar art and craft hingga musik.

4. Stimulasi belajar sosial

Selanjutnya adalah stimulasi belajar sosial. Kegiatan yang termasuk dalam stimulasi belajar sosial ini antara lain bermain berkelompok, sociodramatic play, hingga belajar social values.

“Empati, disiplin, dan moral, masuk ke social values,” ujar Aninda.

5. Stimulasi belajar kognitif

Sementara itu contoh stimulasi kognitif antara lain mencakup Science, Technology, Engineering, sama Mathematics (STEM). Menurut Aninda, stimulasi ini paling banyak mendapat perhatian dari para orang tua.

“STEM ini akan membuat anak-anak berpikir kritis, inovatif. Problem solving-nya juga jalan. Orang tua menganggap bahwa kemampuan berpikir secara sains ini itu akan berdampak positif banget untuk masa depannya anak-anak,” tutur Aninda.

Berikut contoh kegiatan stimulasi belajar kognitif berbasis sains:

  • Sensory play
    Manfaat dari stimulasi belajar ini antara lain hands-on mengasah indra anak, kemampuan diferensiasi dan klasifikasi.
  • Water play
    Manfaat dari stimulasi ini adalah Si Kecil bisa memahami konsep gaya dan tekanan (fisika dasar), serta learning through experience.
  • Blocks play
    Sementara itu dalam kegiatan blocks play, Si kecil bisa belajar mengurutkan ukuran, berat, dan keseimbangan.
  • Astronomy for beginner
    Kegiatan ini membantu mengasah rasa ingin tahu anak dan berpikir kritis. “Kalau kita mengajarkan anak tentang astronomi di rumah saja, dia jadi tahu, ‘Oh ternyata banyak planet ya.’ Dari situ pasti banyak pertanyaan yang muncul,” ungkap Aninda.
  • Get to know: electricity
    Manfaat dari kegiatan ini Si Kecil akan lebih memahami konsep sebab-akibat dan learning by experiment.
  • Petting zoo
    Lewat kegiatan petting zoo, Si Kecil bisa mengenal makhluk hidup lain sekaligus menumbuhkan keberanian dan percaya diri mereka, serta rasa sayang. “Anak jadi tahu, ‘Oh makhluk hidup itu macam-macam, enggak cuma kita manusia, tapi juga ada hewan, ada tumbuhan,'” tutur Aninda.

Lebih lanjut Aninda menjelaskan bahwa selain stimulasi, ada hal lain yang tak kalah penting bagi perkembangan Si Kecil, yakni nutrisi. Menurutnya, tanpa nutrisi maka stimulasi tidak akan maksimal.

“Jadi kalau tanpa nutrisi atau kurang nutrisi, akhirnya apa nih? Perkembangannya terhambat, imunitasnya menurun, akhirnya gangguan perkembangan kognitifnya yang berhubungan dengan kemampuan dia fokus, kemampuan dia menalar, itu akhirnya juga jadi enggak maksimal,” ucapnya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.