Sun,24 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Features
  3. Mikroplastik ganggu penyerapan karbon di laut dan keseimbangan iklim

Mikroplastik ganggu penyerapan karbon di laut dan keseimbangan iklim

mikroplastik-ganggu-penyerapan-karbon-di-laut-dan-keseimbangan-iklim
Mikroplastik ganggu penyerapan karbon di laut dan keseimbangan iklim
service

Masalah ini menjadi ancaman serius karena laut selama ini menjadi carbon sink besar yang membantu menyeimbangkan emisi karbon manusia dan iklim.

Air laut yang tampak tenang terkadang menyimpan dinamika yang tak terlihat. Di balik kejernihannya, laut memberikan kontribusi besar dalam mengatur iklim Bumi. Laut mampu menyerap karbon dari atmosfer dan memperlambat terjadinya pemanasan global yang kian melaju cepat. Tetapi perannya kini semakin terganggu oleh mikroplastik, sebuah partikel plastik berukuran sangat kecil yang telah tersebar luas di perairan. Partikel tersebut telah mengurangi efektivitas laut dalam menyerap dan menyimpan karbon.

Pakar Pencemaran dan Ekotoksikologi dari IPB University, Etty Riani, menjelaskan mikroplastik memang bukanlah penyebab utama penurunan kemampuan laut menyerap karbon. Namun, sejumlah hasil riset menunjukkan keberadaan mikroplastik kontribusi mengurangi efektivitas laut dalam menyerap dan menyimpan karbon dengan cara mengganggu organisme kunci dan proses biogeokimia di laut.

Laut menyerap karbon melalui rantai proses biologis yang kompleks. Penyerapan dimulai dari organisme mikro seperti fitoplankton, mirip dengan tanaman kecil di permukaan laut. Melalui proses bernama fotosintesis, fitoplankton menyerap karbon dioksida lalu dipindahkan ke organisme yang lebih besar dan akhirnya ke dasar laut. 

“Mikroplastik dapat mengganggu fitoplankton, organisme laut yang berperan penting menyerap karbon melalui fotosintesis. Mikroplastik seperti nanoplastik yang menempel di permukaan fitoplankton, dapat menghalangi sinar matahari sehingga menghambat proses fotosintesis dan menurunkan kemampuan fitoplankton menyerap karbon,” jelas Etty, dalam keterangannya di laman IPB University.

Ketika fitoplankton tidak dapat menjalankan fungsi fotosintesisnya secara optimal, penyerapan karbon juga akan terganggu. Jika dibiarkan semakin parah, masalah ini menjadi ancaman serius karena laut selama ini menjadi carbon sink besar yang membantu menyeimbangkan emisi karbon manusia dan iklim.

Selain itu, lanjut Etty, mikroplastik juga memengaruhi rantai makanan laut. Zooplankton yang seharusnya memakan fitoplankton malah mengonsumsi mikroplastik karena bentuknya yang mirip. Kondisi tersebut menyebabkan zooplankton kekurangan nutrisi dan energi sehingga populasinya berpotensi menurun. Padahal, zooplankton berperan penting dalam membawa karbon ke dasar laut melalui kotoran dan bangkainya yang dikenal sebagai marine snow.

Mikroplastik pembawa zat berbahaya

Dampak mikroplastik tidak hanya terbatas pada gangguan mekanisme biologis. Etty juga memaparkan, mikroplastik dapat menjadi inang bagi bahan berbahaya dan beracun (B3), seperti logam berat. Ketika logam berat menempel pada mikroplastik, senyawa berbahaya ini dapat dibawa ke dalam tubuh organisme laut sekaligus mengganggu proses fisiologis mereka, hingga menurunkan populasi biota laut secara umum. 

“Kondisi ini pada akhirnya melemahkan kemampuan ekosistem laut menyimpan karbon dalam jangka panjang,” imbuhnya.

Solusi dimulai dari perubahan perilaku manusia

Upaya mengatasi akumulasi mikroplastik di laut harus dilakukan secara komprehensif. Etty mengatakan, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai dan mikroplastik primer seperti microbeads dalam produk kosmetik harus menjadi langkah awal. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan kepada masyarakat di semua kalangan, dari usia dini hingga perguruan tinggi.

Limbah plastik memang sudah seharusnya tidak lagi dipandang sebagai “sampah” yang tidak berguna, tetapi sebagai nilai ekonomi potensial jika dikelola melalui pendekatan ekonomi sirkular. Penguatan sistem reduce, reuse, recycle (3R) menjadi bagian dari solusi jangka panjang yang dapat membantu mengurangi aliran mikroplastik ke laut.

Ancaman mikroplastik di laut bisa berhenti ketika terciptanya sinergi antara kebijakan yang efektif, teknologi inovatif, perubahan perilaku masyarakat, serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Peningkatan pemantauan mikroplastik di seluruh perairan Indonesia melalui kerja sama lintas instansi, menjadi upaya sangat penting untuk meminimalkan sumber masalah ini.

“Yang terpenting saat ini adalah implementasi kebijakan yang sudah ada secara terkoordinasi dan konsisten agar sumbangan mikroplastik ke laut dapat diminimalkan,” tandas Etty.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.