Tue,26 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Dari Hobi Masak hingga Miliki Ratusan Outlet: Kisah Sumi Wiludjeng Membangun Amanda Brownies

Dari Hobi Masak hingga Miliki Ratusan Outlet: Kisah Sumi Wiludjeng Membangun Amanda Brownies

dari-hobi-masak-hingga-miliki-ratusan-outlet:-kisah-sumi-wiludjeng-membangun-amanda-brownies
Dari Hobi Masak hingga Miliki Ratusan Outlet: Kisah Sumi Wiludjeng Membangun Amanda Brownies
service

23 Januari 2026 20.00 WIB • 2 menit

Dari Hobi Masak hingga Miliki Ratusan Outlet: Kisah Sumi Wiludjeng Membangun Amanda Brownies


Tahun 1999, Hj. Sumi Wiludjeng belum pernah membayangkan bahwa kegemarannya mengolah kue akan mengantarkannya menjadi pemilik bisnis dengan ratusan outlet di berbagai kota Indonesia. Saat itu, memasak hanyalah cara mengisi waktu luang. Bukan rencana jangka panjang untuk membangun usaha.

Seiring waktu, Sumi mulai melihat peluang dari hobi yang telah ia tekuni sejak lama. Ia mencoba membuat bolu cokelat berdasarkan resep keluarga. Namun, resep itu tidak digunakan sepenuhnya. Sumi memilih mengolahnya kembali dan menyesuaikan dengan seleranya sendiri.

Ia mengutak-atik rasa, tekstur, dan teknik pengukusan hingga menemukan karakter kue yang lembut dan khas. Proses ini tidak berlangsung singkat. Adonan dibuat berulang kali. Dicicipi, diperbaiki, lalu dicoba lagi. Dari proses coba-coba inilah lahir produk yang kelak dikenal sebagai brownies kukus.

Pada masa awal merintis usaha, brownies buatan Sumi belum memiliki nama. Kue itu hanya dikenal sebagai bolu cokelat. Penjualannya dilakukan secara sederhana, dari mulut ke mulut, kepada tetangga, kerabat, dan pelanggan lama.

Respons yang datang ternyata di luar dugaan. Banyak pembeli menyukai rasa brownies buatannya. Pesanan pun terus bertambah. Perlahan, sebutan brownies kukus mulai dikenal di kalangan pelanggan.

Setelah usahanya berkembang, Sumi memberi nama produknya “Amanda”. Nama ini bukan diambil dari nama orang, melainkan singkatan dari Anak Mantu Damai. Sebuah harapan pribadi agar anak-anak dan menantunya hidup rukun dan harmonis.

Amanda Brownies Mulai Buka Toko di Bandung

Meningkatnya permintaan membuat Sumi memberanikan diri membuka toko kecil di Bandung. Keputusan ini menjadi titik balik penting. Brownies kukus kini tidak lagi dijual terbatas, tetapi tersedia di toko yang bisa dikunjungi langsung oleh pelanggan.

Namun, perjalanan usaha tidak selalu berjalan mulus. Suatu hari, toko kecil tersebut dilanda kebakaran hebat. Seluruh isi toko hangus, termasuk peralatan dan stok produksi yang ada.

Meski sempat terpukul, Sumi memilih melihat peristiwa itu sebagai ujian ketahanan. Ia kembali memulai usahanya dari nol. Tak berselang lama, bisnis yang dibangun kembali justru berkembang lebih pesat. Toko barunya ramai. Antrean pembeli terlihat hampir setiap hari.

Amanda Brownies Buka Cabang di Pusat Kota

Lonjakan permintaan membawa tantangan baru. Sumi menerima banyak keluhan dari pelanggan. Bukan soal rasa, melainkan soal jarak dan keterbatasan akses. Banyak konsumen merasa lokasi toko Amanda terlalu jauh dari pusat aktivitas kota.

Dari situ, muncul keputusan untuk membuka cabang di pusat Kota Bandung. Langkah ini menjadi awal ekspansi. Pada tahun 2004, merek Amanda Brownies resmi didaftarkan dan dipatenkan.

Sejak saat itu, perkembangan Amanda Brownies berlangsung semakin cepat. Produk tidak lagi terbatas pada satu jenis brownies kukus. Varian rasa terus bertambah, mulai dari keju, pandan, hingga kombinasi cokelat dan krim.

Inovasi tersebut membuat Amanda Brownies tidak hanya dikenal sebagai oleh-oleh, tetapi juga sebagai camilan keluarga yang dikonsumsi sehari-hari. Hingga kini, Amanda Brownies memiliki lebih dari 50 jenis produk makanan.

Perjalanan panjang itu akhirnya membawa Amanda Brownies memiliki lebih dari 100 outlet yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Dari Bandung, bisnis ini merambah kota-kota besar lainnya dan terus bertahan di tengah persaingan industri kuliner yang ketat.

Bahkan, pada perayaan 25 tahun perjalanannya, Amanda Brownies membuka gerai terbesar di Bogor Timur dengan konsep yang lebih luas dan modern. Sebuah penanda bahwa usaha yang berawal dari dapur rumah kini telah tumbuh menjadi jaringan bisnis berskala nasional.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aslamatur Rizqiyah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aslamatur Rizqiyah.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.