Tue,26 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Keputusan Bustaman pada 1972: Melahirkan RM Sederhana Masakan Padang di Bendungan Hilir, Jakarta

Keputusan Bustaman pada 1972: Melahirkan RM Sederhana Masakan Padang di Bendungan Hilir, Jakarta

keputusan-bustaman-pada-1972:-melahirkan-rm-sederhana-masakan-padang-di-bendungan-hilir,-jakarta
Keputusan Bustaman pada 1972: Melahirkan RM Sederhana Masakan Padang di Bendungan Hilir, Jakarta
service

Keputusan Bustaman pada 1972: Melahirkan RM Sederhana Masakan Padang di Bendungan Hilir, Jakarta


Sebelum menjadi jaringan rumah makan dengan ratusan cabang, RM Sederhana Masakan Padang hanyalah makanan gerobakan yang dijajakan di trotoar Bendungan Hilir. Dulu, lokasinya sangat dekat dengan got. Pelanggannya para karyawan kantor.

Setelah nama “Sederhana” menempel di ingatan banyak orang, merek tersebut pernah diperebutkan di pengadilan.

Cerita tentang RM Sederhana Masakan Padang cukup menarik. Di balik bisnis makanan yang besar itu, ternyata ada kisah seorang anak kampung yang hidup penuh cobaan. Namanya Bustaman.

Dari trotoar di Bendungan Hilir, Jakarta, Bustaman membangun usaha yang kelak menjadi legenda kuliner nasional.

Masa Kecil Pemilik RM Sederhana Masakan Padang

Bustaman lahir di Tanah Datar, Sumatra Barat, pada 11 September 1942. Sejak kecil hidupnya sudah dipenuhi cobaan. Ia kehilangan ibunya saat berusia enam tahun. Tak lama, ayahnya menikah lagi dan pergi meninggalkan anak-anaknya.

Bustaman dan saudara-saudaranya hidup sendiri di Lintau Buo. Tanpa sokongan biaya, mereka terpaksa berhenti sekolah. Bustaman pun hanya menamatkan pendidikan sampai Sekolah Dasar.

Untuk bertahan hidup, ia bekerja serabutan. Keadaan makin sulit ketika rumah mereka hancur akibat longsor.

Pada Februari 1954, ayahnya kembali dan mengajak Bustaman merantau ke Riau. Di usia 12 tahun, ia bekerja sebagai petani karet. Setahun kemudian, ia berpindah ke Jambi dan menjadi kernet angkot.

Di sana, Bustaman mulai melihat peluang. Ia memperhatikan kebiasaan para pekerja yang hampir selalu merokok. Ia lalu berhenti menjadi kernet dan berjualan rokok.

Usaha itu sempat membuat hidupnya membaik. Namun konflik di Jambi memaksanya meninggalkan semua yang sudah dibangun.

Belajar dari Dapur Orang

Awal 1960-an, Bustaman bekerja di sebuah warung makan Padang milik kenalan keluarganya. Di sinilah ia mulai mengenal dunia kuliner.

Di warung Padang itu, Bustaman mengerjakan semua hal, mulai dari mencuci piring, mengulek bumbu, melayani pelanggan, dan belanja ke pasar.

Pengalaman itu jelas tidak mudah. Tapi dari situ Bustaman banyak belajar terkait bisnis dan pelayanan.

Usai bekerja di rumah makan itu, Bustaman merantau ke Jakarta. Awalnya, ia kembali berjualan rokok. Hidup di ibu kota jauh dari nyaman. Ia kerap berhadapan dengan preman dan Satpol PP.

Situasi itu membuatnya berpikir ulang. Ia ingin usaha yang lebih stabil.

Merintis dari Trotoar Benhil dan Awal Nama “Sederhana”

Berbekal pada pengalamannya di warung makan Padang, pada 1972, Bustaman memulai usaha makanannya sendiri. Modalnya hanya sebuah gerobak. Lokasinya di atas trotoar, persis di samping got kawasan Bendungan Hilir. Ia menamai usahanya Rumah Makan Sederhana.

Tempatnya memang tidak ideal, namun makanannya cepat dikenal. Pelanggannya kebanyakan karyawan kantor di sekitar Benhil.

Masalah datang ketika ia kembali berhadapan dengan Satpol PP. Kali ini, gerobaknya disita. Bustaman lalu memutuskan untuk menyewa tempat tetap.

Ia sempat khawatir dan takut pelanggan mengira harga makanannya naik, mengingat lokasinya sudah lebih layak. Akan tetapi, kekhawatiran itu tidak terbukti. Pelanggan Bustaman justru bertambah.

Bustaman Mulai Ekspansi

Kesuksesan di Benhil mendorong Bustaman membuka cabang, yakni RM Singgalang Jaya di Roxy pada 1975 dan RM Sederhana di Pasar Sunan Giri pada 1978.

Berbeda dari banyak rumah makan Padang saat itu, Bustaman menetapkan standar baru. Setiap cabang harus berada di ruko besar. Kapasitas minimal 60 kursi dengan kondisi bersih dan nyaman.

Strategi yang diterapkan ini mengubah persepsi. Rumah makan Padang tidak lagi identik dengan kelas bawah. Kalangan menengah atas mulai datang.

Setelah hampir sepuluh tahun, Bustaman menyatukan semua cabangnya dalam satu nama; RM Sederhana Masakan Padang. Pada 1997, nama “Sederhana” akhirnya dipatenkan.

Waralaba Berbasis Rasa Memiliki

Untuk berkembang, Bustaman tidak mengandalkan modal pribadi. Ia memilih sistem waralaba. Ia menerapkan sistem kemitraan berbasis bagi hasil.

Tujuannya agar pengelola cabang merasa memiliki. Selain itu, agar mereka menjaga kualitas dan pelayanan dari RM Sederhana Masakan Padang.

Model ini terbukti efektif. Hingga kini, RM Sederhana Masakan Padang memiliki lebih dari 200 cabang di Indonesia dan negara tetangga.

Sengketa Nama yang Menguji Warisan Usaha

Sukses dengan usahanya, Bustaman tidak lantas lepas dari ujian. Pada 2014, nama “Sederhana” menjadi sengketa hukum.

Bustaman sebelumnya memiliki rekan bisnis bernama Djamilus Djamil. Setelah berpisah, Djamilus mendirikan RM Sederhana Bintaro. Bustaman menggunakan nama RM Sederhana.

Masalah muncul karena kedua pihak sama-sama memakai nama “Sederhana”. Pihak Bustaman meminta penghapusan nama tersebut agar tidak membingungkan pelanggan.

Permintaan itu tidak diindahkan. Alasannya, pihak RM Sederhana Bintaro memiliki sertifikat merek dari Kementerian Hukum dan HAM.

Kasus ini berujung ke pengadilan. Mahkamah Agung akhirnya menetapkan kepemilikan merek RM Sederhana Masakan Padang kepada Bustaman sebagai pendiri asli.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.