Fri,1 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Upaya Lestarikan Kepiting Bakau di Pesisir Timur Pulau Bangka

Upaya Lestarikan Kepiting Bakau di Pesisir Timur Pulau Bangka

upaya-lestarikan-kepiting-bakau-di-pesisir-timur-pulau-bangka
Upaya Lestarikan Kepiting Bakau di Pesisir Timur Pulau Bangka
service

Sudah sejak lama masyarakat di pesisir Kepulauan Bangka Belitung (Babel)  budidaya kepiting bakau. Tren produksi pun terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Pada 2024,  misal, merujuk data Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP)  Babel, produksi kepiting bakau Babel mencapai 6,56 ton senilai Rp623, 350 juta, meningkat dari 2023 mencapai 5,8 ton dan 3,4 ton pada 2022. Sedangkan pada 2021,  produksi kepiting bakau hanya  0,6 ton. Namun, produksi kepiting bakau budidaya ini meninggalkan persoalan karena benih kepiting sepenuhnya mengambil dari alam di sekitar kawasan mangrove. Untuk memitigasi  ini, sejak  2024, Universitas IPB bekerjasama dengan pemerintah daerah itu, menginisiasi pilot project hatchery (pembenihan) kepiting bakau di Desa Guntung, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah. Saat Mongabay  ke lokasi pembenihan yang berada tidak jauh dari garis pantai, Celvyn Gustiandi, penjaga sekaligus teknisi Hatchery Instalasi Guntung mengajak berkeliling. Dia menunjukkan kepiting bakau jantan sedang melindungi betinanya dari pejantan lain di sebuah kolam fiber. Celvyn bilang, ini  baru tahapan awal. Proses kawin kepiting bakau terjadi saat betina berganti kulit (molting). Di mana pejantan akan memeluk dan menjaga betina selama beberapa hari agar aman dari predator, hingga cangkangnya mengeras kembali setelah proses transfer sperma selesai. “Kami menjaga proses kawin terjadi sealami mungkin dengan meletakkan satu jantan lainnya sebagai pemicu,” katanya. Pembenihan kepiting bakau bukan perihal mudah. Khusus di Pulau Bangka, upaya ini mungkin jadi yang pertama. Celvyn mengatakan, perubahan suhu menjadi tantangan tersendiri selama proses pembenihan ini. “Suhu di sini berubah-ubah, ditambah cuaca ekstrem.” Pada percobaan pertama, pembenihan gagal pada proses penetasan telur. Dugaannya karena menggunakan subtrat…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.