Sat,18 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Menyoal Peran Negara dalam Konflik Agraria

Menyoal Peran Negara dalam Konflik Agraria

menyoal-peran-negara-dalam-konflik-agraria
Menyoal Peran Negara dalam Konflik Agraria
service

Konflik agraria yang terjadi di Indonesia tidak lepas dari peran negara. Kajian HuMa menunjukkan, negara berperan aktif dalam memproduksi konflik agraria lewat kebijakan yang mereka buat, seperti bank tanah, proyek strategis nasional (PSN), dan pengerahan aparat keamanan dalam menangani konflik. Riset mereka hingga Juni 2025 mencatat 375 konflik agraria di tanah air. Dengan paling banyak terjadi di sektor perkebunan dengan 157 kasus, kehutanan 115, dan pertambangan dengan 59 kejadian. Luas lahan bersengketa ini mencapai 2,96 juta hektar dengan jumlah orang terdampak hampir 100.000 jiwa. Rais Laode, Koordinator Divisi Pengetahuan Hukum Rakyat dari HuMa mencontohkan, kasus di Sigi, Sulawesi Tengah. Konflik di sana hampir terselesaikan dengan program tanah objek agraria yang akan memberikan hak pengelolaan ke masyarakat, tetapi malah beralih ke bank tanah yang membuat sengketanya berkepanjangan. Contoh lain dalam bentuk PSN yang menyebabkan konflik agraria tak melulu pembangunan yang melakukan pengadaan tanah. Misal,  program revitalisasi danau Rawa Pening di Jawa Tengah, hanya karena pendataan ulang batas wilayah menyebabkan penggusuran warga. HuMa membagi keterlibatan aparat keamanan dalam dua kelompok. Pertama, konflik yang langsung berhadapan dengan institusi ini dengan lima kejadian dari Pasuruan dan Malang, Jawa Timur, hingga Balikpapan, Kalimantan Timur. Kedua, pengerahan aparat untuk menangani warga dengan dampak 25 penduduk tewas, 186 orang luka-luka, 255 jiwa dipidana, dan 567 warga ditangkap. Peran aktif negara dalam memproduksi konflik agraria itu menyebabkan 490.471 masyarakat adat dan 55.391 warga lokal terdampak. “Masyarakat adat paling banyak jadi korbannya, padahal kami menganalisa sudah ada 461 produk hukum daerah yang mengakui tapi tidak efektif,” kata Rais dalam…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.