Fri,22 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Khitan Perempuan Dinilai Merugikan Hak Seksual dan Kesehatan

Khitan Perempuan Dinilai Merugikan Hak Seksual dan Kesehatan

khitan-perempuan-dinilai-merugikan-hak-seksual-dan-kesehatan
Khitan Perempuan Dinilai Merugikan Hak Seksual dan Kesehatan
service

Mubadalah.id – Praktik khitan pada perempuan masih dilakukan di sejumlah wilayah di Indonesia, meskipun bentuk dan caranya berbeda-beda. Praktik ini kerap dibenarkan dengan alasan tradisi, agama, atau upaya mengendalikan moral dan seksualitas perempuan.

Namun, sejumlah kajian dan pendapat medis menilai khitan perempuan tidak memberikan manfaat kesehatan, bahkan berpotensi merugikan hak dan kesejahteraan perempuan.

Anggapan bahwa khitan perempuan bertujuan menghilangkan sifat buruk, menekan hasrat seksual, atau mengusir unsur negatif dalam diri perempuan tidak memiliki dasar ilmiah.

Pandangan tersebut lebih banyak bersumber dari mitos yang berkembang secara turun-temurun. Dalam praktiknya, khitan perempuan kerap untuk membatasi atau mengontrol seksualitas perempuan.

Di berbagai negara, terutama di kawasan Afrika, praktik ini terkenal dengan istilah female genital mutilation (FGM), yaitu pemotongan sebagian atau seluruh alat kelamin perempuan.

Organisasi kesehatan dunia mencatat bahwa FGM tanpa alasan medis dan berisiko menimbulkan dampak serius. Seperti infeksi, perdarahan, komplikasi persalinan, hingga gangguan fungsi seksual jangka panjang.

Di Indonesia, praktik khitan perempuan umumnya tidak mereka lakukan dengan metode ekstrem seperti di Afrika. Meski demikian, sejumlah kalangan menilai tujuan dan prasangka yang melatarbelakanginya serupa, yakni anggapan bahwa seksualitas perempuan harus ia kendalikan.

Dokter dan seksolog Boyke Dian Nugraha pernah menyampaikan bahwa sebagian perempuan yang mengalami khitan mengalami kesulitan mencapai kepuasan seksual saat berhubungan intim.

Kondisi tersebut sangat berdampak pada pengabaian hak perempuan atas tubuh dan kebutuhan biologisnya. Sejumlah aktivis perempuan menilai praktik sunat perempuan memperkuat relasi kuasa yang timpang antara laki-laki dan perempuan, terutama dalam ranah privat.

Atas dasar itu, berbagai pihak mendorong peningkatan edukasi publik terkait kesehatan reproduksi dan hak asasi perempuan. Serta meninjau ulang praktik-praktik budaya yang berpotensi merugikan perempuan, termasuk sunat dalam berbagai bentuknya.

Sumber tulisanBuku Kisah Perempuan: Pengalaman Siklus Kehidupan Reproduksi Perempuan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.