Sat,25 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Business
  3. Minyak dan LPG Venezuela Bersiap Mengalir ke Pasar Global

Minyak dan LPG Venezuela Bersiap Mengalir ke Pasar Global

minyak-dan-lpg-venezuela-bersiap-mengalir-ke-pasar-global
Minyak dan LPG Venezuela Bersiap Mengalir ke Pasar Global
service

KABARBURSA.COM  — Setelah berbulan-bulan terperangkap oleh blokade ekspor minyak berat di tengah tekanan geopolitik, Venezuela kini mulai mengalirkan kembali produk energinya ke pasar global. Tidak hanya minyak mentah, tetapi juga gas cair (LPG) yang selama ini dipakai untuk konsumsi domestik. Langkah ini menjadi bagian dari kesepakatan pasokan minyak senilai sekitar USD2 miliar antara pemerintah Caracas dan Washington.

Pergerakan ini bukan tiba-tiba. Perusahaan perdagangan energi global besar seperti Vitol dan Trafigura telah mendapatkan lisensi pertama dari pemerintah AS untuk menangani pasokan dari kesepakatan tersebut, membuka babak baru bagi minyak Venezuela yang sebelumnya terhambat karena sanksi dan blokade.

Dilansir dari Reuters, Selasa, 27 Januari 2026, sejak Desember lalu, Amerika Serikat memberlakukan blokade minyak terhadap Venezuela, yang secara efektif menghentikan jutaan barel minyak mentah yang tersimpan di kapal-kapal dan terminal di perairan negara itu.

Kesepakatan USD2 miliar tersebut memungkinkan hingga 50 juta barel minyak Venezuela dijual ke pasar dunia, dengan AS secara praktis memfasilitasi penjualan dan pengelolaan pendapatannya.  

Perusahaan perdagangan Vitol dan Trafigura sejak awal Januari telah mengekspor sekitar 10 juta barel minyak mentah Venezuela ke pembeli, berdasarkan data pergerakan kapal dan dokumen yang dilihat Reuters.

Sedikit demi sedikit, minyak yang selama ini “terkunci” akhirnya mulai keluar dari gudang penyimpanan dan kapal. Langkah ini dimaksudkan untuk menguras inventaris yang menumpuk akibat blokade, sekaligus menstabilkan kembali produksi dan aliran pemasukan negara.

LPG Venezuela Siap Masuk Pasar Ekspor

Tidak hanya minyak mentah, kini gas cair (LPG) Venezuela juga sedang dipersiapkan untuk diekspor. Selama bertahun-tahun, semua produksi LPG di negara itu diserap untuk kebutuhan domestik karena tidak pernah ada surplus.

Namun, Delcy Rodriguez, Presiden interim Venezuela sekaligus Menteri Energi, menyatakan bahwa permintaan bahan bakar dalam negeri telah terpenuhi dari produksi domestik tahun lalu. Dengan kondisi ini, Venezuela kini berada pada titik di mana ekspor LPG bisa dimulai sebagai bagian dari strategi baru.

Kapals gas bertanda bendera Singapura Chrysopigi Lady, yang disewa oleh Trafigura, sedang mendekati pelabuhan José untuk mengambil muatan LPG, menurut data kapal LSEG.  

Pengiriman LPG ini menandai momen bersejarah bagi Venezuela, negara yang sebelumnya tidak pernah mengekspor LPG karena seluruh produksinya digunakan di dalam negeri.  

Sementara LPG belum pernah diekspor, Venezuela malahan lama memiliki kelebihan minyak residu (residual fuel oil) — produk yang dihasilkan dari pengolahan minyak ekstra berat di beberapa kilang mereka. Cadangan residu ini kini juga tengah dipersiapkan untuk diekspor oleh perusahaan trading yang sama.  

Kondisi ini menunjukkan perubahan tajam dalam profil ekspor energi Venezuela, dari negara yang kesulitan mengekspor karena blokade dan sanksi, menjadi pemain kembali aktif di pasar energi global.

Meski langkah ini membuka pintu bagi likuiditas dan pendapatan baru, masih banyak tantangan tersisa. Ekspor minyak Venezuela melalui Vitol dan Trafigura baru berjalan sebagian kecil dari potensi 50 juta barel, dan proses pemindahan minyak dari penyimpanan ke kapal kerap menghadapi kendala logistik.  

Selain itu, beberapa pembeli potensial belum menunjukkan minat yang kuat untuk membeli pada harga yang dinegosiasikan, sehingga laju ekspor masih belum cepat.  

Dampaknya bagi Pasar Minyak Dunia

Kembalinya arus ekspor minyak dan LPG dari Venezuela, setelah bertahun-tahun tersendat akibat blokade dan sanksi, bukan hanya membawa “angin segar” bagi perekonomian Caracas, tetapi juga memicu gelombang reaksi di pasar energi global.

Pergerakan baru dari Venezuela ini terjadi di tengah kenangan kembali tekanan pasokan global yang sudah dirasakan sejak akhir 2025. Data dan proyeksi pasar menunjukkan produksi minyak dunia masih melebihi kebutuhan konsumsi, bahkan setelah sejumlah gangguan geopolitik terjadi. Hal ini menjadikan Venezuela sebagai salah satu faktor yang semakin menegaskan tren pasokan berlebih di pasar minyak dunia pada 2026.  

Beberapa analis dan lembaga riset energi besar telah memperingatkan pasokan minyak global kemungkinan tetap melebihi permintaan sepanjang 2026. Perkiraan oleh para analis menyebut bahwa pertumbuhan produksi global bisa mencapai sekitar 2,5–3 juta barel per hari, sementara pertumbuhan permintaan naik hanya sekitar kurang dari 1 juta barel per hari. Ini berimplikasi pada penumpukan inventaris minyak dan tekanan turunnya harga.

Dalam konteks ini, kembalinya minyak Venezuela ke jalur ekspor—meski volumenya belum besar—ditafsirkan sebagai tambahan pasokan di pasar yang sudah longgar. Sebelum blokade dilonggarkan, banyak tanki minyak Venezuela yang penuh di pelabuhan karena sanksi membuat ratusan juta barel “terkunci”. Sekarang, sebagian cadangan itu mulai keluar ke pasar.  

Kondisi pasokan yang melimpah berpotensi memberikan tekanan ke harga minyak dunia. Beberapa analis memproyeksikan bahwa rata-rata harga minyak mentah Brent bisa turun menjadi sekitar USD56 per barel pada 2026, dibandingkan rerata yang lebih tinggi sebelumnya, karena produksi global yang melebihi konsumsi.

Fakta ini sempat terlihat di pasar pada pertengahan Januari lalu ketika harga minyak sempat turun setelah pasar mencermati kelanjutan ekspor Venezuela meskipun sebelumnya naik karena sentimen geopolitik yang kuat. Tekanan pasar semacam itu menunjukkan bagaimana pasokan berlebih, termasuk dari Venezuela, bisa menahan kenaikan harga meskipun ada risiko ketegangan politik atau gangguan pasokan di wilayah lain.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.