Sat,18 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Teladan Nabi dalam Menghormati Ibu Susuan

Teladan Nabi dalam Menghormati Ibu Susuan

teladan-nabi-dalam-menghormati-ibu-susuan
Teladan Nabi dalam Menghormati Ibu Susuan
service

Mubadalah.id – Salah satu hadis yang merekam teladan Nabi Muhammad Saw dalam menghormati perempuan adalah kisah penghormatan beliau kepada ibu susuan. Riwayat ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunannya dan juga tercantum dalam sejumlah kitab hadis lainnya.

Dalam hadis tersebut, Abu Thufail ra. menceritakan bahwa ia melihat Nabi Saw sedang membagikan daging di daerah Ji’ranah. Ketika itu, seorang perempuan datang mendekat keibu susuanpada Nabi. Melihat kedatangan perempuan tersebut, Nabi Saw segera menggelar selendangnya di tanah dan mempersilakannya duduk di atasnya.

Ketika ditanya siapa perempuan itu, para sahabat menjawab bahwa ia adalah ibu susuan Nabi Muhammad Saw.

Para ulama menjelaskan bahwa perempuan tersebut adalah Halimah as-Sa’diyah ra., perempuan yang menyusui Nabi semasa kecil. Tindakan Nabi Saw menggelar selendang memiliki makna simbolik yang kuat.

Dalam tradisi Arab, menggelar selendang merupakan bentuk penghormatan tertinggi yang biasanya mereka berikan kepada tamu kehormatan atau tokoh terpandang.

Hadis ini menunjukkan bahwa Nabi Saw memberikan penghormatan yang sangat tinggi kepada ibu susuan, sekaligus menegaskan posisi penting perempuan dalam Islam.

Peran menyusui, yang kerap orang-orang anggap hanya sebagai urusan domestik. Namun hal ini justru Nabi Saw akui dan muliakan melalui tindakan nyata di ruang publik.

Riwayat ini juga menjadi dalil bahwa Islam sejak awal telah menempatkan perempuan sebagai subjek yang bermartabat. Penghormatan Nabi kepada Halimah as-Sa’diyah adalah pesan moral dan sosial yang bersifat universal.

Dengan demikian, hadis ini tidak hanya berbicara tentang adab personal Nabi, tetapi juga menggambarkan nilai dasar Islam dalam menghormati perempuan dan mengakui peran reproduksi sebagai bagian penting dari kehidupan sosial dan kemanusiaan. []

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.