Thu,14 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan Ratusan Satwa Papua ke Surabaya

Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan Ratusan Satwa Papua ke Surabaya

tim-gabungan-gagalkan-penyelundupan-ratusan-satwa-papua-ke-surabaya
Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan Ratusan Satwa Papua ke Surabaya
service

Tim gabungan Badan Karantina Indonesia (Barantin), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Lanal Ternate dan Polairud Polda Maluku Utara  berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 114 satwa liar endemik Papua dari atas Kapal KM. Sinabung, Rabu (11/2/26). Ratusan satwa liar itu berangkat dari Manokwari dengan tujuan Surabaya. Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi Pelni yang menyebutkan adanya muatan satwa liar berbagai jenis. Begitu tiba di Pelabuhan Ahmad Yani, Ternate, tim gabungan kemudian melakukan pemeriksaan. Saat itu, tim mendapati ratusan satwa dari berbagai jenis itu tersembunyi di beberapa bilik penumpang dan kamar mandi. Sugeng Prayogo, Kepala Karantina Maluku Utara Sugeng Prayogo menyampaikan, sebanyak 100  satwa dia temukan dalam kondisi hidup, 14 lainnya mati.  Satwa-satwa itu terdiri dari kadal minyak Papua (35,4 mati), kadal hutan Papua (46, 8 mati). Kemudian, biawak Maluku (1), ular black albert (1), ular gold adder (2), ular green tree python (6), ular death adder (1), kuskus putih (3), kuskus cokelat (2, 1 mati), kuskus totol (1), serta kanguru pohon nemena  (16, 1 mati). “Seluruh satwa yang kami amankan diduga dilalulintaskan tanpa dilengkapi dokumen perizinan yang sah serta tidak melalui prosedur karantina dan konservasi sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan,” kata  Sugeng dalam rilis resminya kepada media. Tim gabungan menurunkan karton berisi satwa liar dari atas kapal. Foto: Dokumen Balai Karantina. Stres hingga mati Saat tim temukan, satusan satwa itu dalam kondisi stres berat dan dehidrasi. Karena itu, dari Pelabuhan Ternate, ratusan satwa itu kemudian dibawa ke Kantor BKSDA Maluku Utara (Malut) di Jalan Batu Angus kawasan Bandara Babullah Ternate untuk…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.