Tim gabungan Badan Karantina Indonesia (Barantin), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Lanal Ternate dan Polairud Polda Maluku Utara berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 114 satwa liar endemik Papua dari atas Kapal KM. Sinabung, Rabu (11/2/26). Ratusan satwa liar itu berangkat dari Manokwari dengan tujuan Surabaya. Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi Pelni yang menyebutkan adanya muatan satwa liar berbagai jenis. Begitu tiba di Pelabuhan Ahmad Yani, Ternate, tim gabungan kemudian melakukan pemeriksaan. Saat itu, tim mendapati ratusan satwa dari berbagai jenis itu tersembunyi di beberapa bilik penumpang dan kamar mandi. Sugeng Prayogo, Kepala Karantina Maluku Utara Sugeng Prayogo menyampaikan, sebanyak 100 satwa dia temukan dalam kondisi hidup, 14 lainnya mati. Satwa-satwa itu terdiri dari kadal minyak Papua (35,4 mati), kadal hutan Papua (46, 8 mati). Kemudian, biawak Maluku (1), ular black albert (1), ular gold adder (2), ular green tree python (6), ular death adder (1), kuskus putih (3), kuskus cokelat (2, 1 mati), kuskus totol (1), serta kanguru pohon nemena (16, 1 mati). “Seluruh satwa yang kami amankan diduga dilalulintaskan tanpa dilengkapi dokumen perizinan yang sah serta tidak melalui prosedur karantina dan konservasi sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan,” kata Sugeng dalam rilis resminya kepada media. Tim gabungan menurunkan karton berisi satwa liar dari atas kapal. Foto: Dokumen Balai Karantina. Stres hingga mati Saat tim temukan, satusan satwa itu dalam kondisi stres berat dan dehidrasi. Karena itu, dari Pelabuhan Ternate, ratusan satwa itu kemudian dibawa ke Kantor BKSDA Maluku Utara (Malut) di Jalan Batu Angus kawasan Bandara Babullah Ternate untuk…This article was originally published on Mongabay
Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan Ratusan Satwa Papua ke Surabaya
Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan Ratusan Satwa Papua ke Surabaya





Comments are closed.