Fri,15 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. QS. At-Taubah 71 Jadi Landasan Mubadalah Memaknai Aurat sebagai Tanggung Jawab Bersama

QS. At-Taubah 71 Jadi Landasan Mubadalah Memaknai Aurat sebagai Tanggung Jawab Bersama

qs.-at-taubah-71-jadi-landasan-mubadalah-memaknai-aurat-sebagai-tanggung-jawab-bersama
QS. At-Taubah 71 Jadi Landasan Mubadalah Memaknai Aurat sebagai Tanggung Jawab Bersama
service

Mubadalah.id – Al-Qur’an Surat at-Taubah ayat 71 menyatakan bahwa laki-laki dan perempuan beriman saling menolong dalam menyeru kebaikan dan mencegah kemungkaran. Ayat ini menjadi landasan pendekatan Mubadalah dalam memahami konsep aurat sebagai tanggung jawab moral bersama.

Perspektif tersebut menegaskan bahwa beban menjaga masyarakat dari kerentanan tidak boleh ditimpakan hanya kepada satu kelompok.

Dalam kerangka ini, ayat aurat dapat kita pahami sebagai segala bentuk kelemahan sosial yang membutuhkan perlindungan dan penguatan.

Konsep tersebut menggeser pemahaman dari label permanen menjadi panggilan kolektif untuk bertindak. Jika terdapat seseorang atau kelompok yang rentan, maka pihak lain berkewajiban memberikan dukungan agar kerentanan tersebut tidak berubah menjadi celah kerusakan sosial.

Pendekatan ini menempatkan perlindungan terhadap kelompok lemah sebagai bagian dari visi keadilan Islam. Perempuan yang memiliki pendidikan, kemandirian, dan perlindungan sosial tidak dipandang sebagai aurat dalam arti kerentanan. Melainkan sebagai kekuatan yang berkontribusi bagi masyarakat.

Prinsip yang sama berlaku bagi laki-laki. Status aurat tidak melekat pada jenis kelamin, tetapi pada situasi kelemahan yang dapat berubah sesuai kondisi.

Oleh karena itu, pertanyaan utama bukan terletak pada siapa yang kita sebut aurat. Melainkan siapa yang berada dalam keadaan rentan dan bagaimana upaya kolektif untuk memperkuatnya.

Bahkan, perspektif ini menempatkan konsep aurat sebagai mandat perlindungan sosial, bukan dasar stigma. Dalam kerangka Mubadalah, pemahaman tersebut ia arahkan untuk membangun kerja sama antara laki-laki dan perempuan dalam menciptakan masyarakat yang lebih kuat, adil, dan terlindungi. []

Sumber Tulisan: Makna Aurat dalam Perspektif Mubadalah

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.