Wed,22 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Kena Sanksi Kementerian Lingkungan, Perusahaan Kertas di Tangerang Masih Beroperasi?

Kena Sanksi Kementerian Lingkungan, Perusahaan Kertas di Tangerang Masih Beroperasi?

kena-sanksi-kementerian-lingkungan,-perusahaan-kertas-di-tangerang-masih-beroperasi?
Kena Sanksi Kementerian Lingkungan, Perusahaan Kertas di Tangerang Masih Beroperasi?
service

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyetop operasional PT Panca Kraft Pratama (PKP), pabrik kertas di Jalan Sangego Raya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Banten, karena pencemaran lingkungan, 13 Februari lalu. Namun, pantauan Mongabay 20 Februari-16 Maret, aktivitas di pabrik  terlihat normal. Truk pengangkut masih sibuk keluar-masuk, jerubu tebal pun masih membumbung dari salah satu cerobong mereka. Dalam keterangan resmi yang Mongabay dapat, KLH mengambil langkah itu setelah menerima aduan dari Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (DPW LSM GMBI Banten) ihwal dugaan pencemaran udara karena aktivitas PKP. Laporan menyebut pembakaran dalam proses produksi kertas tersebut menghasilkan asap hitam pekat yang mengganggu warga sekitar. Perusahaan kertas di Banten, yang kena segel KLH. Foto: Muhammad Ikbal/Mongabay Indonesia Watiuw, warga yang rumahnya bersisian dengan pabrik mengonfirmasi hal ini. Perempuan lanjut usia itu bilang, bau pedas selalu tersaji bagi mereka yang tinggal di sekitar pabrik. ’Kalau pembuangan itu dari samping rumah saya, itu saya cuma kebagian baunya aja baunya pengap. Asap dari cerobong itu juga kadang hitam,’’ katanya 20 Februari. Dia pun mengaku kerap alami gatal-gatal karena abu dari pembakaran pabrik. Saat angin berhembus ke arah rumah, maka sesak napas tidak terelakan. “Saya punya penyakit jantung. Aktivitas mesin-mesin besar di pabrik bikin saya kaget melulu.” Dia mengaku pernah mendatangi perusahaan untuk berkeluh kesah. Namun, tak pernah dapat jawaban berarti. ’Komplain juga ga pernah didengar, saya tanya pakai bahan kimia aja mereka bilangnya enggak kan enggak mungkin.” Lokasi PKP di antara Sungai Bayur di bagian depannya dan Sungai Cisadane di bagian belakangnya membuat warga resah pencemaran.…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.