Penyelesaian masalah warga yang tinggal dan berkebun sawit di dalam Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) masih belum tuntas. Selama dua hari warga aksi di Kantor Gubernur Riau. Mereka menolak relokasi karena ketidakjelasan konsep dan lokasi juga minim dialog dengan yang terdampak. Pemerintah pun akui, masih terus mencari lokasi pengganti atau relokasi bagi warga Tesso Nilo. Rencananya, warga yang menolak relokasi akan berdialog lagi dengan pemerintah pusat, Rabu, 22 April di Jakarta. Begitu informasi dari Wandri Saputra Simbolon, Ketua Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pelalawan (AMMP), pemimpin aksi, kepada Mongabay Senin (20/4/26). “Kami sudah membuka akses ke Kementerian Kehutanan diwakili Dirjen KSDAE (Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem) melalui pertemuan virtual. Nanti akan diatur waktu mendengar langsung aspirasi warga di Jakarta,” kata Supriyadi, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistika (Kominfotik) Riau. Meski begitu, Wandri, beri penekanan tak boleh ada pergerakan apapun dari Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). “Jangan ada relokasi sebelum pemerintah membuka data 4.000 warga yang katanya telah mendaftar (untuk dipindahkan).” Data itu, dia dengar dalam ruang dialog. Wandri memimpin ratusan warga dari TNTN, berunjuk rasa sejak 13 April 2026. Mulai hari itu, massa bertahan di bawah tenda yang dibangun di Jalan Cut Nyak Dien, Pekanbaru, sebelah kantor Gubernur Riau. Awalnya, mereka tidak akan beranjak, sebelum difasilitasi pertemuan dalam jaringan bersama Presiden Prabowo Subianto. Warga menyadari keinginan itu takkan terwujud dalam sekejap. Apalagi, saat itu, Prabowo tengah melawat ke Rusia dan Prancis. Akhirnya, tekad itu pun mereka urungkan karena menimbang tak ingin ada korban jiwa atau warga…This article was originally published on Mongabay
Warga Tesso Nilo Enggan Relokasi, Pemerintah Masih Cari Lahan Pengganti
Warga Tesso Nilo Enggan Relokasi, Pemerintah Masih Cari Lahan Pengganti





Comments are closed.