Wed,22 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Warga Tesso Nilo Enggan Relokasi, Pemerintah Masih Cari Lahan Pengganti

Warga Tesso Nilo Enggan Relokasi, Pemerintah Masih Cari Lahan Pengganti

warga-tesso-nilo-enggan-relokasi,-pemerintah-masih-cari-lahan-pengganti
Warga Tesso Nilo Enggan Relokasi, Pemerintah Masih Cari Lahan Pengganti
service

Penyelesaian masalah warga yang tinggal dan berkebun sawit di dalam Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) masih belum tuntas. Selama dua hari warga aksi di Kantor Gubernur Riau. Mereka menolak relokasi karena ketidakjelasan konsep dan lokasi juga minim dialog dengan yang terdampak. Pemerintah pun akui, masih terus mencari lokasi pengganti atau relokasi bagi warga Tesso Nilo. Rencananya, warga yang menolak relokasi akan berdialog lagi dengan pemerintah pusat, Rabu, 22 April di Jakarta. Begitu informasi dari Wandri Saputra Simbolon,  Ketua Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pelalawan (AMMP), pemimpin aksi, kepada Mongabay Senin (20/4/26). “Kami sudah membuka akses ke Kementerian Kehutanan diwakili Dirjen KSDAE (Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem) melalui pertemuan virtual. Nanti akan diatur waktu mendengar langsung aspirasi warga di Jakarta,”  kata Supriyadi, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistika (Kominfotik) Riau. Meski begitu, Wandri, beri penekanan tak boleh ada pergerakan apapun dari Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). “Jangan ada relokasi sebelum pemerintah membuka data 4.000 warga yang katanya telah mendaftar (untuk dipindahkan).” Data itu, dia dengar dalam ruang dialog. Wandri memimpin ratusan warga dari TNTN, berunjuk rasa sejak 13 April 2026. Mulai hari itu, massa bertahan di bawah tenda yang dibangun di Jalan Cut Nyak Dien, Pekanbaru, sebelah kantor Gubernur Riau. Awalnya, mereka tidak akan beranjak, sebelum difasilitasi pertemuan dalam jaringan bersama Presiden Prabowo Subianto. Warga menyadari keinginan itu takkan terwujud dalam sekejap. Apalagi, saat itu, Prabowo tengah melawat ke Rusia dan Prancis. Akhirnya, tekad itu pun mereka urungkan karena menimbang tak ingin ada korban jiwa atau warga…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.