Wed,22 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Menjaga Hutan, Melindungi Owa Jawa di Gunung Halimun Salak

Menjaga Hutan, Melindungi Owa Jawa di Gunung Halimun Salak

menjaga-hutan,-melindungi-owa-jawa-di-gunung-halimun-salak
Menjaga Hutan, Melindungi Owa Jawa di Gunung Halimun Salak
service

Apa yang terjadi bila sumber makanan di hutan berubah mengikuti musim? Bagi sebagian satwa liar, perubahan ini bisa jadi perjuangan bertahan hidup. Namun, bagi owa jawa di kawasan Gunung Halimun Salak, Jawa Barat, jawabannya justru berbeda. Primata dengan nama ilmiah Hylobates moloch ini tampak tidak terlalu terpengaruh perubahan musim. Temuan ini berdasarkan riset yang dilakukan Khatibul Imam (24), peneliti muda yang kini aktif di lembaga konservasi Penyelamat Orangutan Sintang. Dari penelitiannya bersama tim di kawasan Cikaniki, Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Imam menemukan pola makan primata endemik Jawa ini relatif stabil sepanjang tahun. “Hal paling penting adalah tidak ada perbedaan signifikan pola makan, baik musim hujan maupun kemarau,” jelasnya, dihubungi Jumat (20/3/2026). Riset yang didukung Yayasan Konservasi Ekosistem Alam Nusantara ini berlangsung sepanjang Januari hingga Desember 2022, dengan total waktu pengamatan lebih dari 755 jam terhadap tiga kelompok primata cerdas itu. Hasilnya, owa jawa mengonsumsi sekitar 73 spesies tumbuhan dari 34 famili. Komposisinya, buah (69%), daun muda (19%), bunga (10%), dan invertebrata (2%). Stabilnya pola makan primata yang setia pada satu pasangan seumur hidup ini tak lepas pada ketersediaan buah di habitatnya. Hutan Halimun punya sumber buah yang relatif tersedia sepanjang tahun. Owa jawa yang hidup nyaman di Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Foto: Rahayu Oktaviani/Kiara Ketersediaan buah terjaga Kunci utamanya, terletak pada tumbuhan dari famili Moraceae, khususnya genus Ficus. Beberapa spesies Ficus villosa dan Ficus heteropleura jadi sumber pakan utama owa. Ficus punya keunikan, tidak berbuah serempak. Artinya, saat satu spesies selesai berbuah, spesies lain mulai menghasilkan. “Ficus…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.