Tue,21 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Ketika Sawah di Wanga Kesulitan Sumber Air

Ketika Sawah di Wanga Kesulitan Sumber Air

ketika-sawah-di-wanga-kesulitan-sumber-air
Ketika Sawah di Wanga Kesulitan Sumber Air
service

Persawahan Desa Wanga, terluas di Kecamatan Umalulu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Barat, mulai menghijau,  padi mulai berbulir tetapi rasa was-was menghantui para petani. Para petani dari Masyarakat Adat Patawang Wanga ini resah soal  ketersediaan air. “Areal persawahan ini semuanya dialiri dengan air dari sumur galian dengan menggunakan mesin pompa,” sebut Mbada Halatamu kepada Mongabay, September lalu. Deru mesin pompa yang bekerja mengaliri air itu terdengar saat Mongabay bertandang ke pondoknya di tengah persawahan. Terlihat juga saluran irigasi di samping pondoknya yang membelah persawahan. Sejak 2017,  saluran itu  baru bisa terisi air saat hujan. “Para petani yang punya modal pasti membeli pompa air agar bisa panen dua kali setahun. Kalau tidak punya modal, paling setahun hanya tanam sekali saja saat musim hujan,” terang pria 65 tahun itu. Jurnal Pertanian Agros mencatat Sumba Timur,  sebagai wilayah yang tidak pernah absen memproduksi padi setiap tahun. Padi sawah jadi paling mendominasi di sana. Jurnal itu mengutip data BPS NTT 2020 yang mencatat produksi padi sawah Sumba Timur  tahun 2015, sebesar  778.808 ton dari luas panen 188.092 hektar. Terus meningkat hingga puncaknya pada 2018 1.067.121 ton dari luas panen 247.759 hektar. Lalu menurun pada  2019 menjadi 993.791 ton dari luas panen 233.252 hektar. Sementara luas panen padi sawah di Kecamatan Umalulu 899 hektar dengan  produksi  3.420 ton. Rata-rata produksi per hektarnya mencapai 38,04 kulintal atau 3,804 ton. Saluran irigasi di areal persawahan Wanga, Desa Wanga, Kabupaten Sumba Timur yang tidak berfungsi saat musim kemarau. Foto : Ebed de Rosary/Mongabay Indonesia. Krisis air Kabupaten Sumba Timur terkenal…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.