Mon,20 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Agusen, Desa Wisata di Kaki Leuser yang Hancur Akibat Banjir

Agusen, Desa Wisata di Kaki Leuser yang Hancur Akibat Banjir

agusen,-desa-wisata-di-kaki-leuser-yang-hancur-akibat-banjir
Agusen, Desa Wisata di Kaki Leuser yang Hancur Akibat Banjir
service

Desa Agusen berada di Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Wilayahnya berbatasan langsung dengan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) dan hutan lindung di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL).

Nama Agusen telah lama dikenal. Sejak masa kolonial Belanda, daerah ini dijadikan pengasingan bagi penderita kusta (lepra). Setelah Indonesia merdeka, citra tersebut berubah. Agusen dikenal sebagai daerah penghasil ganja.

Stigma itu melekat lama di ingatan masyarakat Aceh. Namun, tidak semua warga bergantung pada tanaman terlarang tersebut. “Dulu hanya sebagian dari kami menanam ganja. Ada juga yang bertani, termasuk kopi,” kata Anhar, warga Agusen, Kamis (26/3/2026).

Sejak 2015, warga mulai mengubah arah ekonomi desa. Mereka perlahan mengembangkan potensi wisata.

Agusen menawarkan bentang alam asri, mulai hamparan sawah hingga kebun kopi. Wisatawan juga dapat menikmati kejernihan Sungai Agusen, yang merupakan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Alas-Singkil. Pemandangan terbaik dapat dinikmati pagi hari, saat matahari terbit.

Agusen pada 2026 dinobatkan sebagai desa wisata di Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, karena potensi alamnya yang indah. Foto: Junaidi Hanafiah/Mongabay Indonesia

Pada April 2016, Pemerintah Kabupaten Gayo Lues menetapkan Agusen sebagai desa wisata. Keindahan alam dan potensi sungai menjadi alasan utama, sekaligus sebagai langkah memutus mata rantai peredaran ganja.

Berbagai fasilitas dibangun, seperti gazebo, pondok wisata, mushala, hingga jembatan penghubung desa. Sekitar 800 warga turut berbenah menyambut perubahan tersebut.

“Saat libur, banyak wisatawan datang dari berbagai daerah. Mereka umumnya menikmati wisata sungai,” terang Ramadan, Kepala Desa Agusen, Jumat (27/3/2026).

Pertanian kopi juga berkembang. Harga menjanjikan serta pasar yang mulai terbentuk, membuat masyarakat semakin tertarik menanam.

“Kehidupan masyarakat jauh lebih baik.”

Sungai Agusen yang jernih dan indah merupakan tujuan utama wisatawan datang untuk melihatnya. Foto: Junaidi Hanafiah/Mongabay Indonesia

Namun, keindahan Agusen hancur akibat bencana.

Banjir bandang dan longsor yang menghantam Aceh, pada Rabu (26/11/2025) lalu, menghancurkan Agusen dan puluhan desa lainnya.

“Dari 278 kepala keluarga, sebanyak 155 kepala keluarga kehilangan rumah,” lanjut Ramadan.

Jembatan gantung yang menjadi akses utama desa putus total. Hingga kini, proses pembangunan masih berlangsung dengan bantuan berbagai pihak. Sektor wisata yang menjadi andalan, juga lumpuh. Sungai yang dulu jernih kini keruh, sementara pepohonan di sekitarnya hilang.

Sebagian besar pertanian rusak dan warga harus memulai lagi dari awal.

“Agusen sekarang terlihat tandus,” ujarnya.

Fardia, Program Officer Katahati Institute -lembaga yang fokus pada pendampingan masyarakat di Aceh- melihat penanganan bencana banjir dan longsor di Agusen belum maksimal.

“Masyarakat diminta pindah, tapi belum ada kepastian direlokasi ke mana. Saat ini, warga Agusen harus membeli tanah untuk membangun rumah baru,” terangnya, Jumat (27/3/2026).

Masalah lain adalah roda ekonomi masyarakat belum tersentuh. Banyak warga masih bergantung bantuan.

“Sampai kapan mereka hidup begini? Pemulihan ekonomi dan ekosistem alam harus menjadi prioritas,” ujarnya.

*****

Jangan Lagi Sebut Ganja di Desa Agusen

Kredit

Topik

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.