Mubadalah.id – Yang akan banyak menentukan apa yang dipercayai anak-anak, serta bagaimana mereka akan bertindak jika sudah dewasa, adalah cara kita mengasuh atau membesarkan mereka sejak bayi.
Sebagai ibu, kita mengajar anak-anak setiap hari dalam kehidupan mereka:
Pertama, kalau kita menyajikan makanan pada suami dan anak laki-laki lebih dulu, berarti kita mengajari anak-anak bahwa rasa lapar perempuan dan anak perempuan tidak sepenting rasa lapar laki-laki.
Kedua, kalau yang kita sekolahkan hanya anak laki-laki, berarti kita mengajari anak bahwa anak perempuan tidak pantas menerima kesempatan yang terbuka bila mereka memperoleh pendidikan.
Ketiga, kalau kita ajari anak lelaki bahwa melakukan tindak kekerasan merupakan pertanda kejantanan, anak-anak kita akan tumbuh menjadi laki-laki dewasa yang kejam, dan ringan tangan.
Keempat, kalau istri dan anak tetangga dipukuli oleh suami dan bapak mereka, sementara kita sama sekali tidak mengatakan sesuatu untuk menunjukkan ketidak setujuan kita, anak lelaki kita sendiri akan menganggap bahwa penganiayaan istri serta anak-anak perempuan adalah tindakan biasa dan boleh dilakukan oleh lelaki.
Tugas Ibu
Namun segala cara di atas dapat kita ubah. Sebagai ibu, kita memiliki kekuasaan membentuk jiwa anak-anak kita agar kelak menjadi manusia dewasa yang baik:
Pertama, ajarkan kepada anak laki-laki agar bersikap baik dan penuh kasih sayang. Sehingga kelak mereka akan menjadi suami, ayah, dan saudara yang baik.
Kedua, ajari anak perempuan agar menghargai diri mereka sendiri. Sehingga mereka pun menuntut rasa hormat dari orang lain.
Ketiga, ajari anak lelaki agar berbagi pekerjaan rumah tangga, umpamanya mencuci piring, menyapu bahkan memasak. Serta tanamkan rasa bangga dalam hati mereka bila mereka mengerjakan tugas-tugas itu bersama dengan kakak atau adik perempuan mereka.
Sehingga kelak istri dan anak perempuan mereka tidak tertimpa beban kerja yang terlalu berat dan membahayakan kesehatan.
Keempat, ajari anak perempuan agar mandiri, dengan cara memberi mereka kesempatan menamatkan pendidikan atau mempelajari keterampilan-keterampilan yang berguna untuk mencari nafkah sendiri.
Kelima, ajari anak laki-laki untuk menghormati semua perempuan, dan agar mereka menjadi pasangan seksual yang bertanggung jawab. Artinya jangan sampai melakukan kekerasan, paksaan, hubungan seks yang tidak aman atau tanpa pelindung, dan menyebabkan perempuan rentan terhadap penyakit. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter





Comments are closed.