Mon,4 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Jalan Terjal Desa Tepal Wujudkan Kemandirian Energi

Jalan Terjal Desa Tepal Wujudkan Kemandirian Energi

jalan-terjal-desa-tepal-wujudkan-kemandirian-energi
Jalan Terjal Desa Tepal Wujudkan Kemandirian Energi
service

Hujan turun deras di lereng pegunungan Batu Lanteh malam itu, Selasa (10/3/26) yang membuat listrik tiba-tiba padam. Jalan setapak yang menghubungkan rumah-rumah warga Desa Tepal berubah licin. Berbekal lampu senter, Jupri melangkah cepat menyusuri hutan menuju rumah turbin Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Bagi Jupri, ini bukan hal baru. Ketika listrik mati, dia harus memastikan turbin tetap berputar agar ratusan rumah di desa itu kembali terang. Dia melewati semak dan sungai yang meluap akibat hujan. Dari kejauhan, suara gemuruh air bercampur derit mesin turbin yang mulai melemah. Jarak antara perkampungan dengan rumah turbin sekitar 2,5 kilometer. Beberapa menit kemudian, dia tiba di bangunan kecil yang menjadi jantung listrik desa. Di dalamnya berdiri generator dan turbin yang selama 18 tahun menyuplai energi bagi 270 dari 345 keluarga di Desa Tepal. Dia memeriksa saluran air dan sistem turbin yang tersumbat ranting dan sampah. “Kalau hujan begini biasanya ada sampah masuk ke turbin. Kalau tidak cepat dibersihkan, listrik bisa mati lama,” katanya sambil membuka rumah mesin. Pembangunan PLTMH ini pada 2009, berawal dari inisiatif warga yang mengajukan permohonan listrik, bertepatan dengan program Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. PLTMH pertama beroperasi. Keberhasilan itu mendorong  PLTMH kedua pada 2013 dengan dukungan Kementerian Koperasi. Pengelolaannya oleh koperasi, membuat operasional lebih stabil. Iuran listrik berdasarkan beban pemakaian, rata-rata berkisar Rp60.000–Rp70.000 per bulan. Sebagian teralokasi untuk perawatan, meski kerap belum mencukupi. Namun, melalui gotong royong, warga tetap menjaga sistem ini tetap berjalan dan terus memberi terang bagi desa. Sebelum ada listrik, warga mengandalkan lampu minyak tanah. Malam…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.