Mon,4 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Studi Terbaru Ungkap Keterancaman Keanekaragaman Hayati Papua

Studi Terbaru Ungkap Keterancaman Keanekaragaman Hayati Papua

studi-terbaru-ungkap-keterancaman-keanekaragaman-hayati-papua
Studi Terbaru Ungkap Keterancaman Keanekaragaman Hayati Papua
service

Tanah Papua merupakan salah satu kawasan vital burung air dan burung migraine yang melintasi jalur Asia dan Australia. Namun, pembangunan yang masif menyebabkan fragmentasi ekosistem dan mengancam kekayaan keanekaragaman hayati bumi cendrawasih. Hasil studi Burung Indonesia menyebutkan, dari  641 spesies burung Papua  14 terancam punah secara global karena  perburuan, perubahan iklim dan perubahan lanskap. Adi Widyanto, Head of Conservation and Development Burung Indonesia, mengatakan, dari 641 spesies itu, 252 merupakan endemik Papua, 75 spesies endemik Indonesia, dan 94 merupakan spesies sebaran terbatas. Dalam studi yang menggunakan pendekatan Important Bird and Biodiversity Area (IBA) ini juga menyebutkan, selain  burung, mamalia endemik seperti echidna paruh panjang dan kanguru pohon Wondiwoi juga dalam status terancam punah. Jika ancaman ini terus berlanjut, menandakan keruntuhan integritas ekosistem papua. Karena, banyak spesies endemik memiliki ketergantungan ekologis yang sangat kuat pada habitat aslinya. Pemilihan burung sebagai komponen utama IBA, katanya,  karena alasan ekologis yang kuat. Burung merupakan indikator alami yang sangat baik untuk menilai kesehatan suatu ekosistem. “Karena itu, upaya menjaga kawasan IBA tidak hanya berdampak pada burung, tetapi juga secara otomatis melindungi spesies lain, seperti mamalia dan amfibi, yang berbagi ruang hidup di wilayah tersebut,” kata Adi pada Mongabay. IBA, merupakan instrumen ilmiah inisiasi kemitraan konservasi global, BirdLife International. Program ini bertujuan mengidentifikasi, melindungi, dan mengelola berbagai habitat yang paling krusial bagi kelangsungan hidup populasi burung di seluruh dunia. Hingga kini, terdapat lebih 10.000 lokasi IBA  tersebar di dunia. Di Indonesia, penambahan kawasan baru di Papua meningkatkan lokasi IBA yang teridentifikasi dari 228 menjadi 287 titik. Dalam…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.