Mon,4 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Alih Fungsi Hutan Perparah Banjir Pasuruan

Alih Fungsi Hutan Perparah Banjir Pasuruan

alih-fungsi-hutan-perparah-banjir-pasuruan
Alih Fungsi Hutan Perparah Banjir Pasuruan
service

Sekitar seribuan warga berdemonstrasi di Kelurahan Tretes, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Minggu (29/3/26). Mereka membentangkan poster dan spanduk yang menolak alih fungsi hutan di Kaki Gunung Arjuno-Welirang menjadi perumahan elit. Warga yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Peduli Hutan (Gema Duta) ini  khawatir alih fungsi hutan akan membawa petaka, bencana banjir dan longsor. Priya Kusuma, Ketua Aliansi Gema Duta, menuturkan eksploitasi alam berlebihan akan mengundang bahaya. Banjir yang menerjang 11 Kecamatan di Pasuruan sejak Selasa (24/3/26) malam tak lepas dari kerusakan hutan di lereng Gunung Arjuno-Welirang. Selama 14 tahun, katanya, hutan lindung di Lereng Gunung Arjuno-Welirang terbakar, ribuan hektar rusak. Sedangkan proses reboisasi belum sepenuhnya tuntas di kawasan hutan yang terdiri atas beragam jenis pohon rimba. “Baru bisa berapa persen yang pulih,” katanya. Dia pun makin khawatir bila rencana  mengalihfungsikan hutan seluas 22,5 hektar untuk perumahan elit terus berlanjut. Aksi ribuan warga di Tretes, Pasuruan menolak rencana pembangunan perumahan elit di lereng Gunung Arjuno-Welirang. Foto: Gema Duta. Priya katakan, semula, hutan itu berstatus hutan produksi kelolaan Perum Perhutani. Hutan produksi terdiri atas pohon mahoni (Swietenia macrophylla) dan pinus (Pinus merkusii). Kini, berubah jadi alokasi penggunaan lain di bawah  Badan Pertanahan Nasional (BPN), dan akan jadi  area permukiman. Para peserta aksi tak hanya berasal dari desa/kelurahan di Kecamatan Prigen yang memang berada di Kaki Arjuno-Welirang, seperti Desa Dayurejo, Kelurahan Pecalukan, Ledug, Prigen. Tetapi, juga warga desa yang selama ini menjadi langganan banjir. Seperti Beji. Para mahasiswa, pegiat lingkungan, dan pecinta alam juga bergabung untuk suarakan tuntutan sama. Menurut Priya, aksi itu sekaligus…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.