Thu,30 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Bebani APBN, Celios: Jangan Subsidi Biodiesel dan Bioetanol

Bebani APBN, Celios: Jangan Subsidi Biodiesel dan Bioetanol

bebani-apbn,-celios:-jangan-subsidi-biodiesel-dan-bioetanol
Bebani APBN, Celios: Jangan Subsidi Biodiesel dan Bioetanol
service

Jakarta, NU Online

Center of Economic and Law Studies (Celios) mendesak pemerintah untuk tidak memasukkan program biofuel berupa biodiesel dan bioetanol ke dalam komponen anggaran subsidi maupun kompensasi energi. Kebijakan tersebut dinilai berpotensi menambah beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di tengah ruang fiskal yang semakin menyempit.

Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira menegaskan bahwa langkah pemerintah mempercepat pencampuran biofuel yakni 50 persen minyak sawit untuk solar (B50) dan 10 persen etanol untuk bensin (E10), tidak seharusnya dibarengi dengan skema subsidi. Kebijakan itu diambil sebagai respons atas gejolak geopolitik dan krisis pasokan energi di Timur Tengah akibat konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Bhima menilai, implementasi subsidi dan kompensasi pada kedua inovasi energi terbarukan tersebut justru akan membuat keuangan negara semakin tertekan, seiring proyeksi defisit APBN yang berada di kisaran 3 persen atau bahkan lebih.

“Jadi rekomendasinya, satu adalah kita berharap tidak memasukkan komponen biodiesel dan bioetanol dalam kompensasi dan subsidi energi,” ujarnya dalam diskusi publik bertanjuk Biofuel Pilihan Energi yang Ekonomis dan Ramah Lingkungan? yang digelar secara daring pada Selasa (7/4/2026).

Ia mengingatkan bahwa uji kelayakan atau feasibility study proyek biodiesel masih menjadi tanda tanya besar, terutama terkait risiko kegagalan yang berpotensi kembali dibebankan kepada APBN, sebagaimana terjadi pada proyek food estate.

“Feasibility study dari food estate juga akan dipertanyakan. Secara hitung-hitungan bisnis, akhirnya banyak food estate yang gagal siapa yang menanggung bebannya? APBN, selalu seperti itu,” katanya.

Bhima menilai alasan pemerintah mempercepat penggunaan biofuel demi menghemat devisa impor bahan bakar minyak (BBM) perlu dipertanyakan. Pasalnya, langkah tersebut justru berisiko menambah beban fiskal yang lebih besar.

“Jadi ini seperti ‘keluar dari mulut harimau’ karena dianggap menyalamatkan subsidi energi, tapi sebenarnya ‘masuk ke mulut buaya’ dengan (potensi beban) subsidi energi yang jauh lebih besar. Kondisi fiskal sekarang semakin sempit, defisitnya hampir 3 persen, bahkan skenario 2026 itu sebagian besar sudah di atas 3 persen defisitnya,” jelasnya.

Bhima menjelaskan bahwa pemaksaan proyek biodiesel berpotensi menyerap sekitar 89 persen anggaran subsidi energi pada 2026. Angka tersebut menjadi kekhawatiran serius di tengah keterbatasan ruang fiskal negara.

“Pada intinya adalah ini akan membutuhkan capital expenditure atau belanja modal yang sangat besar, ada potensi kehilangan pendapatan. Jadi uang pajak kita semua (dipakai) untuk proyek yang transparansinya rendah, proyek yang secara ekonomi pun uji kelayakannya masih dipertanyakan,” tegasnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.