Ringkasan:
-
Para ilmuwan telah menemukan struktur besar dan kuno jauh di dalam bumi, sehingga memberikan pencerahan tentang sejarah planet kita.
-
Provinsi Besar Berkecepatan Rendah ini berada di antara inti dan mantel bumi, menstabilkan planet dan mempengaruhi aktivitas gunung berapi.
-
Struktur tersebut, sisa-sisa tabrakan kuno dengan planet seukuran Mars, mencapai ketinggian melebihi Gunung Everest dan berdampak pada proses geologi bumi.
Para ilmuwan telah menemukan struktur berat yang sangat besar yang ada jauh di dalam bumi dan kini mereka telah mengembangkan teori baru tentang asal usul planet kita. Gumpalan yang dipelajari para ilmuwan berada di antara inti bumi dan batas mantel karena gumpalan tersebut meluas hingga jarak benua dan ketebalannya mencapai beberapa mil. Terobosan geologis ini mengungkap sejarah kuno Bumi yang tersembunyi karena mengungkap rahasia aktivitas vulkanik dan pergerakan lempeng tektonik selama miliaran tahun.
Penemuan “LLVP”

Para ilmuwan menggunakan nama Provinsi Kecepatan Rendah Besar untuk menggambarkan struktur spesifik ini. Benua Afrika dan Samudra Pasifik keduanya memiliki lokasi yang mengandung struktur yang ada di dalam lapisan mantel dalam. Wilayah tersebut memiliki karakteristik “kecepatan rendah” karena gelombang seismik dari gempa bumi bergerak dengan kecepatan yang jauh lebih lambat ketika memasuki wilayah yang sangat padat tersebut.
Sisa-sisa Planet Purba

Teori terkemuka menyatakan bahwa struktur tersebut terdiri dari fragmen “Theia” yang mewakili sisa-sisa planet seukuran Mars yang bertabrakan dengan Bumi pada zaman kuno. Simulasi komputer di dunia nyata menunjukkan bahwa material berat Theia akan turun ke dasar mantel bumi dan tetap di sana sejak saat itu.
Ketinggian Pegunungan

Struktur bawah tanah mencapai ketinggian yang melebihi ketinggian Gunung Everest hingga ratusan kali lipat. Para peneliti tidak dapat melihat struktur secara langsung namun mereka menggunakan teknik pencitraan seismik untuk menciptakan visualisasi struktur yang tampak seperti gundukan cahaya raksasa yang terdiri dari batuan padat.
Efek Jangkar

Gumpalan tersebut berfungsi sebagai titik jangkar yang menstabilkan mantel bumi. Massa inti bumi bersama dengan material inti padatnya mempengaruhi perpindahan panas ke permukaan yang membentuk zona vulkanik dan menyebabkan pergerakan benua sepanjang rentang waktu geologi.
Sumber “Hotspot”

Ahli geologi telah mendokumentasikan bahwa sebagian besar titik api vulkanik utama di bumi, termasuk Hawaii dan Islandia, berada tepat di atas jaringan bawah tanah yang tersembunyi. Gumpalan tersebut berfungsi sebagai saluran panas yang mengeluarkan energi panas ke atas melalui strukturnya.
Riasan Kimia Berbeda

Para peneliti telah menemukan melalui studi gema seismik bahwa struktur ini terdiri dari komposisi mineral berbeda dari bahan mantel di dekatnya. Strukturnya mengandung kandungan besi yang lebih besar yang mengakibatkan bobotnya menjadi berat dan mencegahnya menyatu dengan batuan di sekitarnya.
Koneksi Kelautan

Pangkalan Samudera Pasifik memiliki struktur yang membentang pada wilayah yang sangat luas sehingga mengakibatkan perubahan medan gravitasi bumi di wilayah tersebut. Satelit yang saat ini mengorbit Bumi dapat mendeteksi perubahan gravitasi kecil yang terjadi akibat perubahan ini.
Melindungi Suasana

Struktur tersebut berfungsi sebagai bagian dari sistem kendali medan magnet bumi karena mengontrol pergerakan panas dari inti ke titik operasinya. Medan magnet menciptakan penghalang pelindung yang melindungi atmosfer kita dari radiasi matahari sehingga memungkinkan kehidupan di permukaan untuk berkembang.
Sejarah 4,5 Miliar Tahun

Struktur tersebut telah mempertahankan posisi aslinya sejak Bumi pertama kali terbentuk. Para ilmuwan menggunakan struktur tersebut sebagai kapsul waktu yang memberi mereka akses ke material asli tata surya dari tahap awal pembentukan tata surya.
Pencitraan Seismik Tingkat Lanjut

Proses yang diperlukan untuk mencapai terobosan ini bergantung sepenuhnya pada pengenalan algoritma baru yang dapat menafsirkan data gempa. Alat tersebut menggunakan getaran untuk membuat pemindaian definisi tinggi terhadap struktur internal bumi, serupa dengan cara USG medis mengungkap bayi di dalam rahim.





Comments are closed.