Wed,22 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Opini: Menjaga Harapan Tersisa di Bumi

Opini: Menjaga Harapan Tersisa di Bumi

opini:-menjaga-harapan-tersisa-di-bumi
Opini: Menjaga Harapan Tersisa di Bumi
service

Saat ini Bumi kian tertekan. Mulai dari dampak iklim, ekonomi, hingga konflik politik. Sejumlah bangsa mengalami atau terancam krisis pangan, air bersih, energi, serta ruang hidup. Sementara banyak flora dan fauna yang punah atau terancam punah. Masih adakah kelompok masyarakat di dunia ini, yang memiliki harapan Bumi akan selamat dari berbagai tekanan tersebut? Saya terkejut ketika membaca berita yang mengabarkan puluhan ribu petani di India melakukan bunuh diri akibat krisis iklim. Kekeringan menyebabkan gagal panen, hutang, kebangkrutan, dan masalah pertanian lainnya. Mereka bunuh diri seakan kehilangan harapan Bumi akan membaik. Saya juga membaca sejumlah artikel tentang ancaman perang akibat krisis iklim. Kelangkaan pangan, air, migrasi massal, diperkirakan akan menjadi pemicu perang di abad ke-21, yang bersifat global. Sementara perang, selain membuat kematian ribuan manusia, juga akan meningkatkan krisis iklim. Contohnya, perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran, yang diperkirakan menghasilkan jutaan ton emisi karbon dioksida (CO2). Dalam kehidupan Suku Mapur, pembagian peran perempuan dan lelaki sama. Sejajar. Foto: Nopri Ismi/Mongabay Indonesia Beberapa tahun terakhir, saya mencari harapan tersebut pada berbagai kelompok masyarakat atau komunitas adat di Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Jambi, dan Sumatera Barat, yang ruang hidupnya mulai mengalami kerusakan atau perubahan. Dan, saya bahagia. Harapan tersebut masih saya temukan. Harapan yang hadir dalam sejumlah perilaku atau tradisi yang arif terhadap alam, yang sudah terjaga selama ratusan tahun. Harapan yang bertahan di antara berbagai ancaman dari aktivitas perkebunan monokultur skala besar, pertambangan, industri, dan lainnya, di dalam atau sekitar hutan, danau, sungai, bukit dan laut. Mereka percaya bahwa Tuhan, leluhur…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.