Sat,25 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Lanjutkan Safari Diplomatik, Ketum PBNU Sambangi Dubes Pakistan

Lanjutkan Safari Diplomatik, Ketum PBNU Sambangi Dubes Pakistan

lanjutkan-safari-diplomatik,-ketum-pbnu-sambangi-dubes-pakistan
Lanjutkan Safari Diplomatik, Ketum PBNU Sambangi Dubes Pakistan
service

Jakarta, NU Online

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya melanjutkan safari diplomatiknya dengan menyambangi Duta Besar Republik Islam Pakistan untuk Indonesia, Zahid Hafeez Chaudhri, di Kedutaan Besar Pakistan, Jalan Mega Kuningan Barat, Jakarta Selatan, pada Kamis (23/4/2026).

Ketua PBNU KH Ulil Abshar Abdalla atau Gus Ulil menjelaskan bahwa safari diplomatik tersebut merupakan bagian dari ikhtiar Nahdlatul Ulama dalam merespons isu global, khususnya konflik antara Republik Islam Iran dan Amerika Serikat yang hingga kini belum menemukan titik temu dalam proses negosiasi dan diplomasi.

“Jadi, selama ini Gus Yahya dalam batas-batas yang bisa dilakukan ormas seperti NU mencoba untuk melakukan diplomasi kepada negara-negara sahabat,” katanya usai pertemuan.

Ia menambahkan, Pakistan dipandang sebagai negara yang memiliki peran penting karena dinilai berhasil mendorong Iran dan Amerika Serikat untuk duduk bersama di meja diplomasi guna melakukan negosiasi dan mencapai gencatan senjata.

“Gus Yahya mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada negara Pakistan atas inisiatif diplomatik yang telah dilakukan oleh negara tersebut,” katanya.

Lebih lanjut, Gus Ulil menyampaikan bahwa diskusi juga menyoroti pentingnya persatuan umat Islam dan negara-negara Muslim.

Ia juga mengungkapkan bahwa Gus Yahya mengingatkan adanya potensi ancaman dari ambisi Israel untuk menjadi kekuatan dominan di kawasan Timur Tengah yang dinilai dapat memicu instabilitas regional.

“Dubes Pakistan juga mengharapkan peran ormas-ormas seperti NU dalam upaya menciptakan perdamaian dunia, termasuk mendorong pemimpin-pemimpin di negara masing-masing untuk terlibat dalam upaya menghentikan perang ini melalui forum diplomasi,” katanya.

Menurut Gus Ulil, Duta Besar Pakistan merasa terhormat atas kunjungan tersebut, bahkan menilai seharusnya dirinya yang lebih dahulu berkunjung ke kantor PBNU di Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat.

“Namun, karena Gus Yahya memandang masalah ini penting, maka beliau sendiri yang mengunjungi negara-negara sahabat,” katanya.

Ia menambahkan, safari diplomatik tersebut akan berlanjut dengan kunjungan ke Kedutaan Besar Rusia pada Jumat (24/4/2026). Langkah ini dinilai sebagai bagian dari ikhtiar sederhana namun penting yang dapat dilakukan PBNU dalam merespons dinamika global.

Selain itu, ia berpandangan bahwa dalam berbagai pertemuan dengan para duta besar, Gus Yahya telah memainkan perannya dengan baik sebagai representasi organisasi Islam besar di Indonesia.

“Gus Yahya telah cukup baik memerankan diri sebagai perwakilan ormas Islam besar, sekaligus menyampaikan aspirasi Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia. Pakistan merupakan negara muslim terbesar kedua, sementara Indonesia yang pertama,” terangnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.