Hujan turun deras di hutan sekunder Kabupaten Tambrauw, Papua Barat. Malam itu, aktivitas pengamatan dihentikan lebih cepat dari rencana. Tim memilih kembali ke titik awal demi keselamatan. Namun, di antara langkah pulang yang tergesa, sebuah perjumpaan tak terduga terjadi -sunyi, singkat, tetapi membekas lama. Begitu penuturan Imam Ramdhani, anggota komunitas Bogor Nature Wildlife Photography. Di tengah gelap hutan dan sisa hujan yang masih menetes dari kanopi, matanya menangkap sesuatu yang tak biasa. Seekor ular melilit tenang di batang pohon, nyaris tak bergerak. Ular itu adalah Morelia azurea, atau dikenal sanca pohon hijau utara, spesies endemik Papua yang hidup di pepohonan dan jarang terlihat manusia. “Ketemu tidak sengaja, saat jalan pulang,” ungkapnya, Senin (20/4/2026). Perjumpaan itu bukan pertama baginya, tetapi tetap hadirkan rasa yang sama. Bukan takut, melainkan kagum. Baginya, melihat langsung ular pembelit di habitat aslinya selalu menghadirkan sensasi berbeda dibanding sekedar melihat di kandang atau dokumentasi. “Seneng, excited.” Malam itu, kenang Imam, ular yang tersebar juga di Papua Nugini berada lebih rendah dari biasanya. Tidak di ketinggian kanopi, melainkan dekat permukaan, meski tetap menempel pada batang pohon. Dugaannya, perilaku tersebut berkaitan dengan aktivitas berburu. “Biasanya di atas, sekitar 10-20 meter. Tapi kadang turun, mungkin sedang cari makan.” Morelia azurea atau yang dikenal dengan nama sanca pohon hijau utara. Foto: Imam Ramdhani Perubahan warna Morelia azurea merupakan spesies nokturnal yaitu aktif malam hari. Dalam posisi diam, melilit, dan menunggu, ia mengandalkan kesabaran untuk menyergap mangsa yang melintas. Gerakannya nyaris tak terlihat, namun instingnya tajam. Menurut Imam, satu daya tarik utama…This article was originally published on Mongabay
Jejak Ular Sanca Hijau Utara di Hutan Papua
Jejak Ular Sanca Hijau Utara di Hutan Papua





Comments are closed.