Mon,27 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Bagaimana Kondisi Hutan dan Satwa Liar Indonesia?

Bagaimana Kondisi Hutan dan Satwa Liar Indonesia?

bagaimana-kondisi-hutan-dan-satwa-liar-indonesia?
Bagaimana Kondisi Hutan dan Satwa Liar Indonesia?
service

Setiap 22 April, dunia memperingati Hari Bumi. Pada 2026, dilansir dari Earthday.org, peringatan kali ini mengusung tema “Our Power, Our Planet” atau Kekuatan Kita, Planet Kita. Tema ini menyerukan sebuah gerakan fundamental bahwa kemajuan lingkungan tidak bergantung pada satu kebijakan atau pemimpin, melainkan pada aksi kolektif dari komunitas, pendidik, pekerja, hingga level keluarga. Tema utama ini juga menekankan mengenai perlindungan lingkungan adalah tanggung jawab berkelanjutan yang melampaui siklus politik, administrasi, maupun pemilihan umum. Seruan global ini menjelaskan bahwa perlindungan lingkungan merupakan isu universal yang berdampak pada kesehatan manusia, keamanan ekonomi (seperti bagi petani dan nelayan), serta nilai spiritual dan moral. “Selain itu, ekosistem global saling terhubung dan kualitas hidup generasi mendatang sangat bergantung pada lingkungan yang sehat,” tulis seruan aksi dari Earthday.org. Di Indonesia, beberapa pekan sebelum Hari Bumi 2026, Auriga Nusantara merilis data deforestasi 2025 yang memprihatinkan: luas hutan yang hilang melonjak drastis menjadi 433.751 hektar. Atau, meningkat 66 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 261.575 hektar. Angka ini bahkan lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya. Auriga Nusantara, yang sejak 2023 konsisten merilis data deforestasi tahunan melalui platform Simontini (Sistem informasi tutupan lahan dan izin), menggunakan metode yang sangat ketat dan melakukan verifikasi lapangan di 49.321 hektar lokasi deforestasi yang tersebar di 38 desa, 28 kabupaten, 16 provinsi mulai Sumatera hingga Papua. Kalimantan sebagai pulau dengan deforestasi paling tinggi, mencapai 158.283 hektar, naik 28.387 hektar atau 22% dari tahun sebelumnya. Pulau ini berturut-turut menjadi pemuncak deforestasi sejak 2013. Sumatera jadi pulau kedua dengan deforestasi terbanyak, mencapai 144.150 hektar. Papua berada di urutan ketiga. Deforestasinya bertambah 348%, dari…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.