Thu,30 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Hidupi Warga Pesisir Lombok, Mengapa Kepiting Bakau Minim Perhatian?

Hidupi Warga Pesisir Lombok, Mengapa Kepiting Bakau Minim Perhatian?

hidupi-warga-pesisir-lombok,-mengapa-kepiting-bakau-minim-perhatian?
Hidupi Warga Pesisir Lombok, Mengapa Kepiting Bakau Minim Perhatian?
service

Angin berhembus pelan di pesisir Desa Sugian, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (14/4/26). Cahaya matahari sore yang melemah memantul di permukaan air tambak milik Jamil. Lelaki 63 tahun itu berdiri di bibir kolam sambil menenteng ember berisi ikan rucah dan kepala ayam yang sudah dicacah kecil-kecil. Dia menebar pakan ke beberapa sudut tambak. Sesekali riak air pecah. Sejumlah kepiting bakau keluar dari persembunyian dengan capit yang muncul lebih dulu sebelum tubuh gelap kehijauan menyusul ke permukaan. “Kalau jam segini mereka mulai aktif makan. Paginya lebih banyak diam di lubang,” kata Jamal sambil memperhatikan gerak air. Di tambak sederhana itu, Jamil membesarkan kepiting hasil tangkapan nelayan yang masih kecil atau belum layak jual. Setelah beberapa bulan, kepiting akan tumbuh besar, berat bertambah, yang itu berarti harganya naik. Cara ini menjadi salah satu strategi warga pesisir untuk mendapat nilai lebih tinggi dari komoditas yang kian diminati pasar itu. Tidak jauh dari tambak Jamil, di rumah sederhana berdinding batako, Eli Ernawati sedang memilah kepiting yang baru suaminya panen. Sebagian akan dijual ke pengepul, sebagian lagi dipesan pembeli tetap. Dari aktivitas kecil di rumah itu, Eli mampu biayai kebutuhan harian keluarga, mulai dari beras, listrik, hingga ongkos sekolah anak-anaknya. “Kalau lagi ramai, bisa cukup untuk semua kebutuhan rumah. Kalau sepi ya harus pintar mengatur,” ujar ibu tiga anak itu. Hamparan mangrove di pesisir Sugian, Lombok Timur yang menjadi habitat penting kepiting bakau. Foto: Ahmad H. Ramdhani/Mongabay Indonesia. Budidaya dan konservasi mangrove Selama ini kepiting bakau lebih dikenal sebagai hasil tangkapan…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.