Sun,3 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Nasib Petani Ketika Program Tanam Jagung Masuk Mentawai

Nasib Petani Ketika Program Tanam Jagung Masuk Mentawai

nasib-petani-ketika-program-tanam-jagung-masuk-mentawai
Nasib Petani Ketika Program Tanam Jagung Masuk Mentawai
service

Program pangan dengan tanam jagung di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat,  hampir setahun berlalu. Alih-alih membawa hasil maksimal, petak-petak jagung yang petani  tanam gagal  panen karena lokasi lahan tak cocok. Berdasar informasi yang Mongabay himpun, ada beberapa desa di Mentawai terpilih sebagai proyek percontohan  program ini.Antara lain di Pagai, Sipora dan Siberut. Tanpa ada pilihan, masing-masing desa pemerintah wajibkan untuk menanam jagung sejak 2025. Fransiskus Xaverius, Kepala Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Taraet Borsa, Sipora mengatakan,  baru menanam jagung setelah pemerintah mewajibkannya. Semula, mereka merencanakan untuk menanam di tiga lokasi. Namun, karena pertimbangan efektivitas, dia putuskan di satu lokasi. “Rencananya satu hektar di Betumonga, satu hektar di Maktutungan, dan satu hektar di tempat lain. Tapi setelah dipertimbangkan, pengurus bisa kewalahan kalau tersebar di banyak lokasi. Akhirnya diputuskan di satu tempat saja,” katanya. Total ada tiga hektar lahan dia siapkan untuk program ini. Setiap hektar dia perkirakan bisa menghasilkan 8-10 ton. Namun, karena lokasi lahan  tak sesuai, jagung-jagung yang terlanjur ditanam amblas terkena banjir. Xaverius katakan, ada dua hehktar lahan yang BUMDes sewa untuk program ini. Saat proses penanaman berlangsung, sekitar 30-40 orang terlibat dengan upah masing-masing Rp125.000 per hari. Dia sayangkan minimnya petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) terlibat dalam program ini. Bahkan, selama pelaksanaan program, tak sekalipun petugas datang ke lokasoi. “Itu yang membuat kami seperti berjalan tanpa arah. Kami tidak tahu tahapan masa tanam, setelah berapa hari harus melakukan apa, dan seterusnya,” katanya. Fransiskus Xaverius, Kepala BUMDes Taraet Borsa, Sipora di lokasi lahan tanam jagung yang masih tergenang air.…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.